Konsep TOD Kian Menguat di BSD City, Produk Komersial Diminati
Pertumbuhan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya mobilitas masyarakat urban dan kebutuhan akan ruang usaha yang terintegrasi dengan transportasi publik. Kebutuhan akan konsep TOD seperti ini terus menguat di kawasan BSD City (6.000 ha).
Dikembangkan di atas lahan seluas 25 ha, kawasan Intermoda BSD City sebagai salah satu simpul TOD strategis mencatat tingginya aktivitas komuter harian dengan jumlah penumpang di Terminal Bus dan Stasiun Cisauk mencapai 9.268.476 penumpang pada tahun 2025. Potensi traffic komuter ini menegaskan TOD Intermoda sebagai simpul utama mobilitas perkotaan, sekaligus kawasan potensial untuk pengembangan area komersial.
Menangkap peluang tersebut, Sinar Mas Land (SML), pengembang BSD City, meluncurkan Wander Alley Walk, produk komersial terbaru yang dirancang sebagai pusat aktivitas bisnis, ideal bagi para pebisnis maupun entrepreneur yang ingin mengembangkan usahanya di kawasan TOD BSD City.
Wander Alley Walk berada tepat di sisi depan Jalan BSD Raya Utama ROW 22 dengan total pengembangan seluas 3 ha. Setiap unit commercial shophouse ini memiliki dua sampai tiga lantai dengan beberapa pilihan tipe ukuran, mulai dari lebar 4,5 x 9 meter sampai dengan 6 x 9 meter.
Didesain oleh konsultan master planner internasional terkemuka yakni Siura Studio dari Singapura, Wander Alley Walk dirancang dengan arsitektur lansekap modern yang menghadirkan suasana kawasan komersial lebih estetik, nyaman, dan mendukung aktivitas bisnis maupun gaya hidup urban.
Wander Alley Walk sangat cocok untuk berbagai jenis usaha seperti office, restaurant, beauty clinic, boutique, salon, bakery, kafe, F&B, dan bisnis potensial lainnya. Terhubung langsung dengan kawasan retail lifestyle hub Wander Alley, produk komersial ini juga dilengkapi dengan beragam fasilitas open space, seperti Wander Alley Plaza, Play Courtyard, jalur pedestrian yang nyaman, serta ruang terbuka hijau luas yang dapat mendukung kebutuhan berkegiatan di ruang terbuka, gaya hidup sehat, dan terbentuknya komunitas.
Menurut Anna Budiman, CEO Commercial BSD SML, peluncuran Wander Alley Walk merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan fasilitas perkotaan yang adaptif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat modern serta para pelaku usaha.
“Produk komersial ini menawarkan prospek investasi yang menarik karena didukung captive market yang telah terbentuk serta lokasi strategis di jantung BSD City dengan konektivitas yang sangat baik ke berbagai moda transportasi publik mulai dari Stasiun Commuter Line Cisauk hingga Terminal Bus BSD Link dalam radius berjalan kaki,” ujarnya melalui siaran pers yang diterbitkan Jumat (22/5).
Baca juga: Rumah Rp50 Miliar-Rp89 Miliar per Unit di BSD City Ini Ludes Terjual
Kehadiran Wander Alley Walk diyakini dapat membuka peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menjadi pilihan menarik bagi pelaku bisnis yang ingin bertumbuh bersama pengembangan BSD City. Anna juga menyebu, pada penjualan tahap pertama ini Wander Alley Walk dipasarkan dalam jumlah terbatas hanya 64 unit dengan harga mulai dari Rp1,9 miliaran.
Wander Alley Walk hadir dengan desain arsitektur modern yang merepresentasikan keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas. Setiap unit dibangun dengan high ceiling untuk menciptakan kesan ruang yang lebih luas sekaligus menghadirkan nuansa elegan dengan tata ruang yang praktis dan efisien bagi para pelaku usaha.
Sejumlah unit juga dilengkapi dengan double facade untuk memberikan eksposur dua arah yang maksimal sehingga memperkuat visibilitas bisnis dan mendorong interaksi yang lebih dinamis dengan pelanggan.
Dari sisi fungsionalitas, area komersial ini memiliki multiple access entrance, jalur pedestrian yang mudah diakses, hingga area parkir luas yang mampu menampung lebih dari 400 kendaraan, guna mendukung kenyamanan pengunjung dan kelancaran aktivitas bisnis.
Sebagai integrated lifestyle shophouses, Wander Alley Walk menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya karena letaknya yang strategis, dikelilingi kawasan residensial padat penduduk di BSD City seperti ICON, Avani, dan Casa De Parco.
Lalu, terdapat pusat perbelanjaan, bisnis, serta perkantoran modern, yakni AEON Mall, The Breeze, QBig, Pasar Modern Intermoda, Eastvara Mall, The Barn, serta BSD Green Office Park, dan Iconix Studio Loft.
Baca juga: BSDE Realistis, Pasar Belum Kondusif, Patok Target Marketing Sales 2026 Sama dengan 2025
Dari sisi konektivitas, Wander Alley Walk memiliki akses yang sangat strategis hanya lima menit menuju pintu Tol BSD Timur 1. Kawasan ini juga terhubung langsung dengan jaringan tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B, serta tol Jakarta–Serpong yang terintegrasi dengan tol JORR 1 dan JORR 2 (menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta hingga koridor Kunciran, Serpong, Cinere, Cimanggis, Cibitung, dan Cilincing).
Selain itu, akses menuju tol Jakarta–Cikampek (Japek) dan tol Jagorawi semakin memperkuat kemudahan mobilitas ke berbagai kawasan utama di Jabodetabek.