Selasa, Juni 23, 2026
HomeMoneterMei Penyaluran Kredit Tumbuh Double Digit

Mei Penyaluran Kredit Tumbuh Double Digit

Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, 17-18 Juni 2026, melaporkan pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Pada Mei 2026, kredit perbankan tumbuh diuble digit 11,51 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang tumbuh 9,98 persen (yoy) atau single digit.

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan kredit itu didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh 21,95 persen (yoy), 8,09 persen (yoy), dan 5,89 persen (yoy) pada Mei 2026.

Bank Indonesia memprakirakan, pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga di kisaran 8-12 persen. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.576​ triliun, atau 22,41 persen dari plafon kredit yang tersedia, serta memadainya kapasitas pembiayaan bank.

Tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) yang masih tumbuh tinggi sebesar 13,47 persen (yoy) pada Mei 2026.

Selain itu, perkembangan suku bunga perbankan diharapkan juga mendukung prospek kredit, dimana pada Mei 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72 persen, dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,26 persen.

Baca juga: April Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen, Tapi Kredit Belum Ditarik Tetap Tinggi

Menurut BI, ketahanan perbankan tetap kuat untuk memitigasi risiko dampak dari perang di Timur Tengah. Ditandai dengan likuiditas yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang terjaga rendah.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada April 2026 tercatat sebesar 23,97 persen, yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,17 persen (bruto) dan 0,84 persen (neto) pada April 2026.

Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan, ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah, ditopang kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik.

Berita Terkait

Ekonomi

Opini: Nasib Konsumen Saat Listrik, BBM, Dolar Naik

Oleh: Sara Adiza Nursyahbani, Humas dan Pengembangan Bisnis Yayasan...

Pemerintah China Restui Penjualan Obligasi RI Panda Bond di China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan kuat...

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Berita Terkini