April Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen, Tapi Kredit Belum Ditarik Tetap Tinggi
Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, 19-20 Mei 2026, mengungkapkan, kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 sebesar 9,49 persen (yoy).
Ditopang terutama oleh kredit investasi (KI) yang tumbuh 19,48 persen (yoy), diikuti kredit modal kerja (KM) 6,04 persen (yoy), dan kredit konsumsi 6,13 persen (yoy). BI sendiri mematok pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 8-12 persen.
Kapasitas bank juga kuat untuk mendorong penyaluran kredit. Tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39 persen, pertumbuhan DPK yang masih tinggi sebesar 11,39 persen (yoy), rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Maret 2026 sebesar 25,09 persen, serta rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap rendah sebesar 2,14 persen (bruto) dan 0,83 persen (neto) per Maret 2026.
Baca juga: Dorong Penyaluran Kredit Lebih Tinggi, BI dan Pemerintah Lansir PINISI
Kendati kredit tumbuh lebih tinggi, hampir 10 persen pada April 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) oleh debitur masih tinggi, mencapai Rp2.551,42 triliun atau 22,57 persen dari plafon kredit yang tersedia.
Hal itu mengindikasikan masih berhati-hatinya dunia usaha berekspansi, menyusul masih tingginya dinamika kondisi ekonomi, baik global maupun domestik.
Untuk mendorong penyaluran kredit, RDG BI berharap efisiensi suku bunga perbankan kian ditingkatkan sehingga rate-nya bisa lebih rendah. Pada April 2026 bunga kredit tercatat sebesar 8,73 persen, dan bunga deposito 1 bulan 4,16 persen.