Sabtu, Juni 20, 2026
HomeBerita PropertiPembangunan Smart City di IKN Dimulai

Pembangunan Smart City di IKN Dimulai

Pembangunan kawasan Ibukota Nusantara (IKN) terus berlanjut dengan dilakukannya groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC). Pembangunan ini didanai dari hibah kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan senilai 9,9 miliar KRW atau setara Rp115,94 miliar.

Groundbreaking dilakukan pekan ini di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Delegasi Korea Selatan yang hadir terdiri atas unsur Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta Site Planning.

Menurut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, IKN menyambut delegasi dari Pemerintah Korea Selatan sekaligus menyampaikan kondisi lokasi yang strategis bagi pembangunan SCCC ini sebagai penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas di Nusantara.

“Nantinya pembangunan proyek ini akan sangat strategis dan semoga kita bisa terus melanjutkan kerja sama ke depan. Untuk perizinan jangan khawatir karena semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dengan membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan,” Ujarnya melalui siaran pers Sabtu (20/6).

Baca juga: Pasca Putusan MK, Otorita IKN Tegaskan Tetap Lanjutkan Pembangunan

Dari total nilai kerja sama tersebut, komponen pembangunan gedung SCCC memiliki nilai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Bangunan seluas sekitar 1.098 m2 ini direncanakan terdiri atas dua lantai dengan lantai pertama untuk control room dan ruang pertemuan sedangkan lantai kedua untuk area pameran serta AI & Robotics Lab. Area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas.

Selain pembangunan gedung, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul. Komponen tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik, dan kerja sama Indonesia-Korea di bidang smart city.

Director MoLIT Choi Jung-won menyampaikan, bahwa SCCC diharapkan bisa menjadi ruang kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan khususnya dalam pengembangan kota cerdas.

“NCCC ini adalah awal mula dari perwujudan perusahaan untuk mewujudkan smart city dari hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea. Seperti halnya di Korea, kami juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar yaitu Sejong. Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki. Saya berharap NCCC ini dapat berjalan serta menjadi momentum perkembangan kerja sama ke depan antara Korea dan Indonesia,” bebernya.

Baca juga: IKN Jadi Laboratorium Hidup Pengembangan Kota Berkelanjutan

Otorita IKN berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan, termasuk bagi ekosistem pendidikan di delineasi IKN, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta wadah pengembangan ekosistem teknologi di Nusantara. Pembangunan gedung SCCC ini berlangsung selama sepuluh bulan serta ditargetkan selesai pada akhir 2027.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Berita Terkini