Sabtu, Juni 20, 2026
HomeBerita PropertiMenteri PKP: Bunga KPR Subsidi FLPP Tidak Naik, Tetap 5 Persen

Menteri PKP: Bunga KPR Subsidi FLPP Tidak Naik, Tetap 5 Persen

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan, suku bunga kredit rumah subsidi tetap bertahan lima persen flat dari awal hingga akhir masa angsuran.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ara usai rapat bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan COO Dony Oskaria yang juga Kepala Badan Pengelola BUMN, membahas dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah, di Jakarta, Jum’at (19/6/2026).

Menteri Ara mengatakan, meskipun terjadi peningkatan BI Rate hingga 100 bps dalam sebulan terakhir, pemerintah tetap mempertahankan bunga KPR FLPP 5 persen per tahun fix selama tenor kredit hingga 20 tahun.

“Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap 5 persen agar MBR tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau,” kata Menteri PKP.

Ia menambahkan, kebijakan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, juga dibahas secara intensif dan dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku.

“Terima kasih atas dukungan Pak Rosan dan Pak Dony. Semua masih on the track dan ada beberapa isu yang kita persiapkan soal Meikarta tentunya, dan Senin besok saya akan ke BPKP untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan,” ujar Menteri Maruarar.

Baca juga: Hingga 11 Juni 2026 Realisasi KPR Subsidi FLPP Baru 77.532 Unit

Pada rapat yang juga dihadiri James T Riady, CEO Lippo Group, pemilik lahan Meikarta itu, juga disampaikan perkembangan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2026. Dari target penyaluran sebanyak 350.000 rumah tahun ini, realisasi hingga saat ini telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari target.

Kemudian juga dibahas pendataan inventaris rumah susun yang dimiliki BUMN, sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset negara untuk mendukung penyediaan hunian MBR.

Selain itu, Program Gentengisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah MBR, juga memperoleh dukungan dari perbankan, khususnya Bank BRI.

Baca juga: Progress Rusun Subsidi Meikarta: Baru Tahap Uji Tiang Pancang

Terkait rusun subsidi di Meikarta, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia membahas sejumlah langkah strategis. Mulai dari proses serah terima hibah, percepatan due diligence terhadap legalitas tanah yang saat ini sedang dilaksanakan Danantara, hingga penentuan BUMN yang akan ditugaskan melaksanakan proyek.

Selain itu, dibahas pula skema penetapan harga jual per unit rumah, agar proses sosialisasi kepada MBR dapat segera dilakukan secara optimal.

Berita Terkait

Ekonomi

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat

Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai...

Berita Terkini