Harus Tahu, Limbah Domestik dan Cara Menanganinya
Setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah yang disebut sebagai limbah domestik. Karena hasil buangan dari aktivitas sehari-hari, limbah seperti ini sangat dekat dengan keseharian maka seharusnya setiap orang memahami dan sadar akan dampak dari limbah yang dihasilkannya.
Limbah domestik adalah hasil buangan dari aktivitas rumah tangga, perdagangan, perkantoran, dan sarana sejenisnya. Dikutip dari Waste4Change MInggu (21/6), ada beberapa jenis lombah domestik yang merupakan salah satu penyebab polusi tanah, air, hingga udara.
Setidaknya ada dua jenis utama limbah domestik: limbah cair dan limbah padat. Limbah cair domestik adalah cairan hasil kegiatan rumah tangga dan industri yang meliputi air bekas cucian, air bekas mandi, dan kotoran manusia.
Limbah padat domestik dalam volume kecil mungkin tidak berbahaya tapi jika terakumulasi dapat mencemari lingkungan terutama sumber udara di sekitar. Jenis limbah ini yaitu kertas, pakaian, botol plastik, perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dan lainnya.
Limbah keras anorganik ini suliit diurai oleh tanah dan kerap dibiarkan menumpuk bertahun-tahun di tempat pembuangan sampah atau dibakar. Penting untuk mempertimbangkan pengelolaan limbah padat domestik untuk mengoptimalkan pemanfaatannya dan menghindari pencemaran tanah.
Kesadaran terhadap dampak limbah rumah tangga terhadap masyarakat dan ekosistem sangat penting. Membuang limbah rumah tangga tanpa melalui proses pengolahan dapat memberikan dampak buruk jangka panjang terhadap ekosistem.
Beberapa dampak buruk yang bisa terjadi antara lain dampak terhadap kesehatan. Limbah cair dari toilet mengandung bakteri E-Coli yang dapat menyebabkan berbagai penyakit perut seperti tifus, diare, dan kolera. Jika tidak diolah dengan baik, limbah toilet dapat merembes ke dalam sumur terutama jika jaraknya tidak cukup jauh dari septic tank yang sering terjadi dalam organisasi padat.
Baca juga: Program Pengelolaan Sampah Pegadaian: Edukasi Hingga Nabung Emas dari Sampah
Limbah padat yang membusuk juga dapat menghasilkan gas beracun seperti asam sulfat, metan, dan amonia. Pembuangan langsung ke perairan dapat mencemari udara dan lingkungan sekitarnya.
Limbah cair domestik yang mengandung bahan kimia deterjen juga dapat memengaruhi tingkat keasaman atau pH tanah. Limbah bahan kimia yang dibuang ke sungai juga akan berdampak buruk pada tumbuhan maupun hewan sungai dan dapat merusak ekosistem maupun ekologi.
Makanya sangat penting untuk menerapkan metode instalasi penglolahan air limbah atau IPAL. Konsep ini juga disebut sebagai septic tank untuk limbah toilet, merupakan sarana untuk mengolah limbah cair dari toilet, air cuci, dan kamar mandi. Jadi penting untuk memahami jenis limbah domestik beserta dampaknya.
Bagaimana mengurangi limbah rumah tangga harian? Waste4Change juga memberikan panduannya. Kurangi dan kelola sisa makanan dengan merancangnya dari tahap belanja. Manfaatkan bekas makanan sebagai pupuk atau makanan hewan.
Baca juga: Menjaga Lingkungan Hidup dari Hal Paling Sederhana: Pilah Sampah
Gunakan tas yang dapat digunakan kembali untuk berbelanja dan menghindari penggunaan plastik, termasuk saat membeli pakaian atau barang rumah tangga. Ganti air kemasan dengan botol air yang dapat digunakan kembali, mengurangi ketergantungan pada air kemasan yang berkontribusi pada limbah plastik.
Pembelian makanan sesuai kebutuhan, lalu kurangi penggunaan plastik dari toko. Hindari penggunaan sedotan saat minum baik dengan memesan tanpa sedotan atau membeli sedotan yang dapat digunakan kembali.
Berbagai langkah sederhana seperti ini bisa memberikan dampak positif yang siginifikan karena setiap tindakan kecil dalam mengurangi limbah jenis ini dapat memberikan kontribusi besar untuk menjaga kesehatan maupun lingkungan kita.