Minggu, Juni 21, 2026
HomeNewsEkonomiPemerintah China Restui Penjualan Obligasi RI Panda Bond di China

Pemerintah China Restui Penjualan Obligasi RI Panda Bond di China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan kuat bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC), terhadap rencana penerbitan obligasi berdenominasi Yuan Panda Bond di dalam negeri China.

Dukungan itu diperoleh Purbaya dalam kunjungan dua harinya di Beijing, China. Dalam kunjungan itu, Menkeu bertemu menteri keuangan China, gubernur PBOC, bos Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan para investor di China.

“Hasil (kunjungan) cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, Gubernur People’s Bank of China, dan para investor di sini (China). Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” kata Menkeu di Beijing, Jumat waktu setempat (18/6/2026), sebagaimana dikutip keterangan Kementerian Keuangan, Jumat waktu Indonesia (19/6/2026).

Menkeu menyebut pemerintah China dan PBOC mendukung kelancaran penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar domestik mereka senilai ekuivalen USD1 miliar itu.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan, ketika bertemu PBOC, kami minta percepatan perizinan. Mereka menjawab, begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan dipercepat,”a ujar Menkeu.

Penerbitan surat utang dalam denominasi Yuan, merupakan strategi diversifikasi pembiayaan pembangunan nasional agar tidak bergantung pada satu mata uang, sehingga memperkuat pembiayaan pembangunan, dan juga nilai tukar rupiah, dari gejolak eksternal.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan, sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” jelas Purbaya.

Baca juga: BI Naikkan BI Rate dan Yield SRBI, Rupiah Menguat, Modal Asing Kembali Masuk

Sebelumnya pada Oktober 2025, Indonesia untuk pertama kali menerbitkan obligasi dalam mata uang Yuan, Dim Sum Bond, senilai 6 miliar yuan atau setara USD1,1 miliar, tapi untuk pasar di luar China. Di luar yuan, pemerintah RI juga menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar Australia, euro, dan yen.

Menurut Menkeu, diskusi dengan China sangat konstruktif, dan menunjukkan kepercayaan mereka terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat.

“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Makin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu makin baik. China adalah salah satu mitra penting, tapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkas Menkeu.

Baca juga: Moody’s Turunkan Prospek Surat Utang Indonesia Jadi Negatif. Program Populis Prabowo dan Danantara Jadi Alasan

Komitmen pendanaan AIIB
Sehari sebelum bertemu Gubernur PBOC, Menkeu Purbaya menumpai bos AIIB, yang menghasilkan kesepakatan pendanaan senilai USD17 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama 2025–2029.

Menkeu menyatakan, komitmen tersebut merupakan bagian dari kesinambungan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan AIIB.

Selain memastikan dukungan pembiayaan, pertemuan juga membahas rencana AIIB membuka kantor perwakilan di Jakarta.
“AIIB berminat membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut. Saya berharap Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,” ungkap Purbaya.

Dalam pertemuan, AIIB juga menegaskan pandangan positifnya terhadap kondisi fiskal Indonesia. Menurut “Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” tegasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Opini: Nasib Konsumen Saat Listrik, BBM, Dolar Naik

Oleh: Sara Adiza Nursyahbani, Humas dan Pengembangan Bisnis Yayasan...

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Berita Terkini