Minggu, Juni 21, 2026
HomeBerita PropertiPembangunan Huntap bagi Korban Banjir Sumatera Gunakan RISHA dan Bata Interlock

Pembangunan Huntap bagi Korban Banjir Sumatera Gunakan RISHA dan Bata Interlock

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan, kementeriannya telah menyiapkan seluruh aspek yang diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di 3 provinsi di Sumatera: Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Kebijakan sudah siap, program dan anggaran juga sudah disiapkan dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun. Desain hunian berikut prasarana, sarana, dan utilitasnya juga sudah siap, menggunakan teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) dan bata interlock presisi,” kata Menteri PKP dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Rapat dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas Percepatan dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, dihadiri Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, serta perwakilan kementerian/lembaga, TNI, dan Polri.

Menteri PKP menambahkan, pemda juga telah membantu proses penyediaan lahan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat segera berjalan. Sementara Kementerian PKP telah menyiapkan SDM pendukung di masing-masing wilayah terdampak. Yaitu, 57 personel di Aceh, 35 personel di Sumut, dan 30 personel di Sumbar.

Dalam pelaksanaan pembangunan huntap pascabencana Sumatera, Menteri PKP menyarankan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai tata kelola yang baik.

Baca juga: Percepat Rehabilitasi Rumah Korban Banjir Sumatera, Kementerian PKP Pakai Bata Interlock

Menteri PKP menjelaskan, teknologi RISHA dan bata interlock presisi dipilih karena telah banyak digunakan dalam berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Indonesia.

RISHA akan digunakan untuk pembangunan huntap komunal di Aceh dan Sumatera Utara, sedangkan bata interlock presisi  akan dipakai di Sumatera Barat.

RISHA yang sejak lama dikembangkan Puslibangkim Kementerian PU, sudah digunakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di banyak daerah, termasuk di Aceh dan Nias pascatsunami.

Sedangkan bata interlock presisi dikembangkan BUMN PT Semen Indonesia sejak beberapa tahun lalu, dan sudah digunakan di IKN dan sejumlah perumahan. Dengan RISHA dan bata interlock, pengerjaan hunian menjadi lebih cepat dan efisien dan tetap berkualitas.

Baca juga: Pembangunan Rumah Subsidi Ini Pakai Bata Interlock. Lebih Cepat, Lebih Hemat, Kuat dan Rapi

Mendagri sekaligus Ketua Tim Pelaksana Satgas Percepatan dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyatakan, terdapat 33 K/L yang terlibat dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.

Sebanyak 5 lima kementerian dan lembaga telah menerima alokasi anggaran, sementara 20 K/L lainny termasuk Kementerian PKP, anggarannya masih diproses di Kementerian Keuangan.

“Kementerian PKP menjadi salah satu prioritas karena pembangunan hunian tetap komunal sangat dinantikan masyarakat korban bencana. Karena itu, kami berharap ada dukungan percepatan dari Kementerian Keuangan,” kata Mendagri Tito.

Baca juga: Pemerintah Bangun 301 Rumah Risha untuk Korban Erupsi Gunung Ruang

Ia menyebutkan, terdapat dua jenis hunian yang disiapkan dalam penanganan pascabencana Sumatra. Yakni, hunian sementara (huntara) dan huntap. Hingga saat ini, pembangunan huntara telah memasuki tahap akhir dengan sisa pekerjaan sekitar 3,09 persen.

“Untuk huntap, yang dibangun secara komunal menjadi tanggung jawab Kementerian PKP, sementara pembangunan hunian di atas lahan milik masyarakat atau skema in-situ dilaksanakan BNPB,” terang Tito.

Selain itu, pembangunan huntap melalui skema gotong royong bersama Yayasan Buddha Tzu Chi yang diinisiasi Menteri PKP, juga terus berjalan. Total sebanyak 2.603 unit huntap dibangun. Yaitu, 1.103 unit di Sumut, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumbar, dengan target penyelesaian Oktober 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

China Restui Pemerintah RI Jual Obligasi Berdenominasi Yuan di China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan kuat...

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Presiden Perintah Menteri Rosan: Sampaikan Kepada Publik Senin Besok Kondisi Investasi RI Sesuai Fakta

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM...

Berita Terkini