Kamis, Juni 25, 2026
HomeBerita PropertiSiteMinder: September Permintaan Hotel Akan Meningkat

SiteMinder: September Permintaan Hotel Akan Meningkat

Platform teknologi perhotelan SiteMinder menyebut, hotel-hotel di Indonesia akan mengalami pertumbuhan pada bulan September 2026 mendatang. Dari data yang dihimpun, ada peningkatan pemesanan hotel setelah mengalami penurunan berturut-turut dari Juni hingga Agustus tahun 2025. Data tersebut juga menunjukkan kalau wisatawan internasional menyumbang porsi pemesanan yang semakin besar sepanjang periode yang sama.

Laporan SiteMinder’s Hotel Booking Trens, pemesanan hotel untuk bulan September 2026 diperkirakan tumbuh 2,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, pemesanan hotel sempat menurun pada Juni (-4,5 persen), Juli (-4,6 persen), dan Agustus (-5,8 persen) sehingga secara keseluruhan permintaan selama pertengahan tahun turun 3,9 persen. Data ini diolah dari platform SiteMinder yang memproses lebih dari 135 juta pemesanan hotel setiap tahunnya.

Meski mengalami perlambatan di pertengahan tahun, industri perhotelan Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat terutama berkat tingginya minat wisatawan internasional. Selama periode Juni hingga September, yang memang menjadi musim ramai kunjungan wisatawan ke Indonesia, tamu internasional mendominasi pemesanan hotel.

Peningkatan ini didorong oleh liburan musim panas di negara-negara belahan bumi utara serta liburan musim dingin di Australia. Pada tahun ini, wisatawan asing menyumbang 94,1 persen dari total pemesanan hotel, meningkat dari 93,3 persen pada 2025. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga negara dengan proporsi wisatawan internasional tertinggi setelah Singapura (97 persen) dan Thailand (96,6 persen).

Baca juga: 47 Persen Hotelier Indonesia Lewatkan Potensi Pendapatan

Seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, harga kamar hotel juga ikut naik. Rata-rata wisatawan membayar 226 dolar Amerika per malam, meningkat 2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tarif tertinggi tercatat pada Juli, yaitu mencapai 241 dolar per malam.

Tidak hanya itu, wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama saat menginap. Rata-rata tamu memesan hotel selama 3,1 malam, meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu. Durasi ini menjadi yang terpanjang di Asia, sejajar dengan Thailand.

Menurut Country Manager SiteMinder Indonesia Fifin Prapmasari, kondisi pertengahan tahun yang cenderung lebih tenang tidak sepenuhnya menggambarkan situasi industri perhotelan di Indonesia. Di balik perlambatan tersebut terlihat permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat serta harga kamar dan lama menginap juga terus meningkat.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka. Artinya, periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang yang besar bagi hotel-hotel di Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis Kamis (25/6).

Baca juga: Siteminder: Kinerja Perhotelan Indonesia Masih Cukup Baik Di Kawasan Asia Tenggara

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, hotel perlu memahami perubahan perilaku pasar dan mengetahui dari mana permintaan datang sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat.

“Teknologi kini menjadi kebutuhan penting bagi industri perhotelan. Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kemenperin Bantah 2 Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Mau Hengkang dari Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah isu yang dilontarkan Presiden Konfederasi...

Opini: Nasib Konsumen Saat Listrik, BBM, Dolar Naik

Oleh: Sara Adiza Nursyahbani, Humas dan Pengembangan Bisnis Yayasan...

Pemerintah China Restui Penjualan Obligasi RI Panda Bond di China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan kuat...

Berita Terkini