Jumat, Juli 10, 2026
HomeBankBank Syariah dan Bank Emas Dorong Peningkatan Laba Bank BSI

Bank Syariah dan Bank Emas Dorong Peningkatan Laba Bank BSI

Bank BSI kembali mencatatkan kinerja bisnis yang solid sepanjang Januari-Mei 2026. Pada periode lima bulan tersebut perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73 persen secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan ini ditopang oleh dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang berkualitas, serta akselerasi trasnformasi digital dan pengembangan bisnis bank emas. Kinerja tersebut mempertegas efektivitas strategi Bank BSI dalam mengoptimalkan keunggulan sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank).

Fokus pada penghimpunan dana murah melalui berbagai ekosistem syariah yang dipadukan dengan perluasan layanan investasi emas yang semakin mudah dijangkau masyarakat, menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis perusahaan.

Hingga Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSI mencapai Rp372 triliun, tumbuh 16,74 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah dengan komposisi tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35 persen dari total DPK sehingga rasio Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 63,16 persen.

Menurut Direktur Finance & Strategy Bank BSI Ade Cahyo Nugroho, pertumbuhan laba ini didorong oleh implementasi strategi dual license Bank BSI sebagai bank syariah dan bank emas yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat basis dana murah.

“Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses tabungan BSI emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru kami,” ujarnya melalui siaran pers Kamis (9/7).

Baca juga: Bank BSI Gandeng APPI Untuk Penguatan Ekosistem Industri Emas

Sejalan dengan strategi tersebut, Tabungan Haji BSI hingga Mei 2026 tumbuh 17,15 persen (yoy) menjadi Rp6,25 triliun. Bank BSI juga secara konsisten mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah kota.

Kemudahan membuka rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong peningkatan akuisisi nasabah secara digital. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking Bank BSI telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, mencerminkan semakin kuatnya adopsi layanan digital.

Penguatan dana murah dan transformasi digital tersebut juga memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperluas fungsi intermediasi. Hingga Mei 2026, pembiayaan yang disalurkan tumbuh 14,60 persen (yoy) menjadi Rp335 triliun dengan fokus pada segmen konsumer dan tetap menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang membaik menjadi 1,80 persen, dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Gadai Emas Bank BSI Tumbuh 100 Persen

Bank BSI akan terus memperkuat sinergi antara layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

“Kami optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi perusahaan. Seluruh layanan Bank BSI juga saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran persuahaan sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh,” pungkas Cahyo.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini