Optimisme Terhadap Kondisi Ekonomi Masih Terus Menurun
Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 7 bulan terakhir. Tercermin antara lain dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilakukan secara berkala setiap bulan.
Pada Januari 2026, IKK tercatat sebesar 127,0 atau tertinggi dalam 12 bulan, hampir menyamai IKK Januari 2025 yang tercatat sebesar 127,2, yang menunjukkan optimisme konsumen yang tinggi memandang kondisi ekonomi.
Indeks >100 menunjukkan level optimis, sedangkan indeks <100 berarti pesimis. Sebagai pengetahuan, selama kurun 2020-2025 IKK tertinggi tercatat pada Mei dan Juni 2022 sebesar 128,9 dan 128,2.
Namun, pada Februari 2026, IKK turun menjadi 125,2, dan makin menurun pada Maret menjadi 122,9, kemudian naik amat tipis menjadi 123,0 pada April, untuk kemudian merosot lebih dalam pada Mei 2026 menjadi 120,9
Pada Juni 2026, keyakinan konsumen itu makin melandai kendati masih berada di zona optimis, tercermin dari IKK Juni 2026 sebesar 117,8.
Pada Juli 2026, persepsi terhadap kondisi ekonomi itu makin turun. Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 yang dilansir, Senin (10/8/2026), menunjukkan, IKK Juli 2026 tercatat sebesar 116,8, lebih rendah dari IKK Juni 2026.
Baca juga: Berlanjut Penurunan Optimisme Terhadap Kondisi Ekonomi, Paling Merosot Optimisme Kaum Menengah Bawah
Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap optimisnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan.
Tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 107,9 dan 125,7, namun lebih rendah dibanding IKE dan IEK Juni 2026 sebesar 109,2 dan 126,4.
Mayoritas kelompok pengeluaran menurun optimismenya. Paling menurun optimisme kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) dari IKK 117,1 (Juni 2026) menjadi 112,2 (Juli 2026), diikuti kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) dari 108,9 menjadi 106,8, kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta), dan kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) dari 121,4 menjadi 121,2.
Hanya kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) yang meningkat optimismenya, dari IKK 114,9 pada Juni 2026 menjadi 120,4 pada Juli 2026.