Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan baru-baru ini, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel di Indonesia pada Juni 2026 mencapai 41,20 persen. Naik 2,53 persen poin dibandingkan Mei 2026 (mtm), dan meningkat 2,75 persen poin dibandingkan Juni 2025 (yoy).

Berdasarkan klasifikasi hotel, pada Juni 2026 TPK hotel bintang tercatat sebesar 54,28 persen. Meningkat 4,30 persen poin dibandingkan Juni 2025 (yoy) dan 3,52 persen poin dibandingkan Mei 2026 (mtm).

Secara kumulatif selama Januari-Juni 2026, TPK hotel bintang mencapai 48,20 persen, naik 2,48 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2025.

Sementara TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, pada Juni 2026 mencapai 27,59 persen. Naik 1,45 persen poin dibandingkan Juni 2025 (yoy), dan 1,35 persen poin dibandingkan Mei 2026 (mtm).

Secara kumulatif sepanjang Januari-Juni 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 24,80 persen, meningkat 0,63 persen poin dibandingkan periode yang sama 2025.

TPK tertinggi pada Juni 2026 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 58,50 persen, sedangkan TPK terendah pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya sebesar 27,59 persen.

Baca juga: Hotel Juga Berkembang Menjadi Destinasi Gaya Hidup, Bukan Sekedar Tempat Menginap

Jika dibandingkan dengan Juni 2025 (yoy), seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan. Hotel bintang 3 mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,98 persen poin, diikuti hotel bintang 4 sebesar 4,82 persen poin, hotel bintang 2 sebesar 4,69 persen poin, dan hotel bintang 5 sebesar 0,74 persen poin.

Secara bulanan dari Mei 2026 ke Juni 2026 (mtm), seluruh klasifikasi hotel juga mengalami peningkatan TPK. Hotel bintang 3 mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,22 persen poin, diikuti hotel bintang 4 sebesar 3,97 persen poin, hotel bintang 2 sebesar 2,61 persen poin, dan hotel bintang 1 sebesar 0,76 persen poin.

Secara kumulatif selama Januari-Juni 2026, TPK hotel di Indonesia mencapai 36,67 persen, naik 0,69 persen poin dibandingkan periode yang sama 2025.

Seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan TPK, dengan kenaikan tertinggi secara kumulatif tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 2,69 persen poin. Sementara hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencatat peningkatan paling rendah sebesar 0,63 persen poin.

Baca juga: Kinerja Perhotelan Terus Membaik, Okupansi Kian Meningkat

Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,63 malam, naik 0,04 poin dibandingkan Juni 2025 (yoy), tapi turun 0,01 poin dibandingkan Mei 2026 (mtm).

Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing lebih tinggi daripada tamu Indonesia. Pada Juni 2026, rata-rata lama menginap tamu asing tercatat sebesar 2,64 malam, sedangkan tamu Indonesia hanya 1,48 malam.