Kinerja Perhotelan Terus Membaik, Okupansi Kian Meningkat
Kinerja perhotelan Indonesia terus membaik dalam tiga bulan terakhir, yang tercermin dari peningkatan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel.
Pada Mei 2026 Badan Pusat Statitistik (BPS) melaporkan pekan lalu, okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Indonesia mencapai 38,67 persen. Naik 1,59 persen poin dibandingkan April 2026 (mtm), dan 1,61 persen poin dibandingkan Mei 2025 (yoy).
TPK hotel berbintang tercatat sebesar 50,76 persen. Tertinggi di Bali sebesar 61,16 persen, diikuti
DI Yogyakarta dan Kalimantan Barat sebesar 57,06 persen dan 56,26 persen.
Secara tahunan (yoy), TPK hotel berbintang pada Mei 2026 meningkat 2,48 persen poin dibandingkan Mei 2025. Sedangkan secara bulanan (mtm) dibandingkan April 2026, TPK-nya naik 1,93 persen poin.
Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, TPK hotel berbintang mencapai 46,99 persen, naik 2,14 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2025.
Sementara TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, pada Mei 2026 mencapai 26,24 persen. Tertinggi di DKI Jakarta sebesar 40,91 persen, diikuti Kepulauan Riau 37,37 persen dan Bali 37,20 persen.
Pada Mei 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya naik 1,13 persen poin dibandingkan Mei 2025 (yoy), dan 1,28 persen poin dibandingkan April 2026 (mtm).
Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 24,26 persen, naik 0,56 persen poin dibandingkan periode yang sama 2025.
Baca juga: Okupansi Hotel Makin Membaik, Terutama Hotel Berbintang
Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK tertinggi pada Mei 2026 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 56,22 persen, terendah pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya 26,24 persen.
Dibandingkan Mei 2025 (yoy), seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan TPK pada Mei 2026. Hotel bintang 5 mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,52 persen poin, diikuti hotel bintang 1 sebesar 3,23 persen poin, dan hotel bintang 4 sebesar 2,12 persen poin, serta hotel nonbintang dan akomodasi lainnya sebesar 1,13 persen poin.
Begitu pula secara bulanan (mtm) atau Mei 2026 dibanding April 2026, seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan TPK.
Hotel bintang 5 mencatat kenaikan okupansi tertinggi sebesar 3,43 persen poin, diikuti hotel bintang 4 sebesar 1,97 persen poin, hotel bintang 2 sebesar 1,94 persen poin, serta hotel bintang 1 sebesar 1,25 persen poin.
Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026, TPK hotel di Indonesia mencapai 35,77 persen, naik 0,34 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Pasar Melemah, Hotel di Jakarta dan Bali Lakukan Rebranding dan Tingkatkan Kualitas
Seluruh klasifikasi hotel mengalami peningkatan TPK secara kumulatif, dengan kenaikan tertinggi tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 2,48 persen poin, dan terendah pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya sebesar 0,56 persen poin.
Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 1,64 malam. Naik 0,06 poin dibandingkan Mei 2025 (yoy) dan 0,01 poin dibandingkan April 2026 (m-to-m).
Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing lebih tinggi daripada tamu Indonesia. Pada Mei 2026, rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,75 malam, sedangkan tamu Indonesia hanya 1,47 malam.