Penyaluran KPR Meningkat Secara Triwulanan, Q2 Porsinya dalam Transaksi Rumah Naik Tipis
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia yang dirilis akhir pekan ini mengingkapkan, pada triwulan II 2026, total nilai KPR secara tahunan (yoy) hanya tumbuh 4,70 persen, kian melambat dibandingkan 4,79 persen pada triwulan I 2026.
Namun, secara triwulanan (qtq), nilai KPR tumbuh sebesar 1,24 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan I yang hanya 0,37 persen.
Seiring kenaikan penyaluran KPR secara triwulanan itu, pada triwulan II 2026 propersi penggunaan KPR dalam transaksi rumah juga meningkat kendati tipis.
Menurut Bank Indonesia, pada triwulan II 2026, mayoritas pembelian rumah di pasar primer (rumah baru) dilakukan melalui skema KPR dengan pangsa 70,05 persen dari total skema pembelian.
Angka ini meningkat tipis dibanding triwulan I 2026 sebesar 69,87 persen, namun tetap masih lebih rendah dibanding pangsa selama 4 triwulan pada 2025 (lihat tabel).
Baca juga: Triwulan I Penggunaan KPR dalam Transaksi Rumah Capai Titik Terendah
Sementara pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai keras pada triwulan II 2026, masing-masing memiliki pangsa sebesar 20,60 persen dan 9,35 persen.
Sedikit meningkat (untuk pangsa tunai bertahap) dibanding triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 19,61 persen, dan menjadi yang tertinggi dalam 6 triwulan terakhir, serta sedikit menurun (untuk pangsa tunai keras) dibanding triwulan I 2026 sebesar 10,53 persen dan menjadi yang kedua terendah dalam 6 triwulan terakhir (lihat tabel).
Pangsa Pembiayaan Pemilikan Rumah (%)
Periode KPR Tunai Bertahap Tunai
Triwulan II 2026 70,05 20,60 9,35
Triwulan I 2026 69,87 19,61 10,53
Triwulan IV 2025 70,88 19,18 9,94
Triwulan III 2025 74,41 17,00 8,59
Triwulan II 2025 73,06 17,75 9,19
Triwulan I 2025 70,68 19,53 9,79
Sumber: Bank Indonesia, diolah