Senin, September 21, 2026
HomeBerita PropertiPerencanaan Teknis Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung Dikebut. Tahun Ini Kelar

Perencanaan Teknis Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung Dikebut. Tahun Ini Kelar

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut proses pembangunan jalan tol Serpong–Bogor via Parung, sebagai bagian dari penguatan konektivitas di kawasan Jabodetabek.

Jalan tol sepanjang 32 kilometer ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, saat ini proyek masih berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis yang ditargetkan rampung tahun ini.

“Progres proyek saat ini dalam tahap penyusunan perencanaan teknis dengan progres mendekati 80 persen. Kami terus mempercepat proses, agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini,” kata Menteri PU melalui keterangan resmi awal pekan ini (25/5/2026).

Pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung memiliki nilai investasi Rp12,35 triliun, dan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa dukungan APBN.

Baca juga: Jalan Tol Beroperasi Harga Rumah Naik

Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor (Jawa Barat) menuju Tangerang (Banten) menjadi sekitar 45 menit.

Dari sisi teknis, jalan tol akan dilengkapi dua junction utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.

Pembangunan jalan tol akan dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras, konsorsium yang terdiri atas PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra, dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung terbagi menjadi empat seksi. Yakni, Seksi I Salabenda–Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer, Seksi II Pondok Udik–Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer, Seksi III Putat Nutug–Rumpin sepanjang 8,23 kilometer, dan Seksi IV Rumpin–Serpong sepanjang 10,56 kilometer.

Kementerian PU menegaskan, pembangunan jalan tol ini akan dilaksanakan sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, dan pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.

Baca juga: Ada Tol Cimanggis-Cibitung, Metland Transyogi Hadirkan Produk Baru

Selain efisiensi waktu, keberadaan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Infrastruktur konektivitas ini juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi investasi dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), melalui pengurangan biaya logistik, percepatan distribusi barang dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan.

Berita Terkait

Ekonomi

Juli 2026 Kunjungan Turis asal Timur Tengah dan Eropa Naik Tinggi

Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) awal September 2026...

Jaga Kecukupan Likuiditas, Kemenkeu Lanjutkan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Perbankan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melanjutkan kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran...

Menkeu: Agustus 2026 Penerimaan Negara Tumbuh 25,4 Persen, Utang on Track, Defisit Terjaga

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, kinerja Anggaran Pendapatan...

Menkeu Suahasil Klaim Ekonomi Indonesia Sangat Tangguh

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyatakan, perekonomian Indonesia tetap...

Berita Terkini