Kamis, Agustus 6, 2026
HomeNewsEkonomiYang Full Nganggur Masih 7,22 Juta, Setengah Pengangguran 10,78 Juta

Yang Full Nganggur Masih 7,22 Juta, Setengah Pengangguran 10,78 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (5/8/2026), tingkat pengangguran terbuka (TPT) atau populasi yang full menganggur pada Mei 2026 mencapai 4,65 persen atau 7,22 juta dari total angkatan kerja sebesar 155,41 juta.

BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) pada Mei 2026 mencapai 220,3 juta, bertambah 678 ribu orang dibanding Februari 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 155,41 juta adalah angkatan kerja, bertambah 497 ribu orang. Angkatan kerja adalah populasi yang bekerja, sedang mencari kerja dan menganggur.

Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud, TPT itu turun 24 ribu orang atau 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026. Penurunan antara lain dipengaruhi oleh kenaikan penyerapan tenaga kerja di sektor akomodasi, makanan dan minuman, transportasi dan penyimpanan, serta jasa lainnya.

“TPT Mei 2026 itu merupakan yang terendah sejak tahun 1994. Pada 1994 berdasarkan Sakernas Agustus, pengangguran terbuka itu mencapai 4,36 persen,” kata Edy.

TPT pria pada Mei 2026 mencapai 4,85 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan sebesar 4,32%. TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan masing-masing 0,03 persen poin dan 0,04 persen poin dibanding Februari 2026.

Baca juga: Full Nganggur 7,24 Juta, Setengah Nganggur 10,73 Juta, Proporsi Pekerja Informal Meningkat

Secara keseluruhan dari 155,41 juta angkatan kerja itu, yang bekerja mencapai 148,19 juta, bertambah 522 ribu. Yaitu, full bekerja (minimal 35 jam per minggu) 98,98 juta (naik 391 ribu), pekerja paruh waktu (bekerja kurang dari 35 jam per minggu tapi tidak sedang mencari pekerjaan tambahan) 38,42 juta (naik 72 ribu), setengah pengangguran (bekerja minimal 1 jam per minggu dan sedang mencari pekerjaan) 10,78 juta (naik 59 ribu), dan full menganggur 7,22 juta (turun 24 ribu orang).

Pekerja formal dan informal
BPS juga mencatat, jumlah pekerja formal (buruh, pegawai, karyawan) pada Mei 2026 naik tipis menjadi 60,31 juta orang dari 59,93 juta pada Februari 2026.

Sebaliknya proporsi pekerja informal turun tipis menjadi 59,30 persen atau 87,88 juta dari total penduduk yang bekerja pada Mei 2026, dibanding Februari 2026 yang mencapai 59,42 persen atau 87,74 juta orang.

Pekerja informal adalah mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga, pekerja bebas, serta pekerja keluarga yang tidak dibayar.

Baca juga: Banyak PHK Termasuk di Sektor Konstruksi dan Real Estat, Jumlah Pekerja Informal Terus Meningkat

BPS mencatat, pekerja yang berusaha sendiri dan pekerja bebas nonpertanian bertambah 1,38 juta orang dan 316 ribu orang pada Mei 2026, dibanding pekerja formal yang hanya bertambah 342 ribu orang pada periode yang sama.

Dari sisi pendidikan, sekitar 53 persen pekerja berpendidikan SMP ke bawah, 20,72 persen berpendidikan SMA, 13,12 persen SMK, 2,42 persen diploma I-III, dan 10,75 persen diploma IV hingga pascasarjana. “Lulusan SD dan SMP masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia,” jelas Edy.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini