Melihat Rancangan Yori Antar di Amerta-Maestria Residence
Maestria Residence memperkenalkan Amerta, sebuah klaster perdana di kawasan seluas 55 ha yang dikembangkan dengan pendekatan thoughtfully planned. Amerta hadir untuk memperkuat visi Maestria sebagai kawasan hunian terpadu dengan perencanaan kota, arsitektur tropis kontemporer dengan ruang hijau serta fasilitas yang dirancang untuk mendukung kehidupan sehari-hari.
Menurut Hellen Triutomo, Direktur Farpoint Realty Indonesia, pengembang Maestria, Amerta merupakan bagian penting dalam menerjemahkan visi Maestria ke dalam sebuah kawasan hunian yang dirancang secara menyeluruh.
“Sejak awal kami ingin memastikan bahwa rumah, ruang hijau, fasilitas, dan komunitas tidak berdiri sendiri tetapi saling terhubung untuk menciptakan tempat tinggal yang nyaman, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan penghuninya. Bagi kami, kualitas sebuah hunian pada akhirnya juga ditentukan oleh kualitas lingkungan yang mengelilinginya,” ujarnya melalui siaran pers Rabu (23/9).
Pendekatan tersebut berangkat dari filosofi “Designing the neighbourhood, not just designing the house.” Dari total area pengembangan Maestria, sekitar 10,2 ha dialokasikan sebagai area hijau dengan elemen utama seperti Central Lake dan Central Park. Keduanya dirancang sebagai bagian dari kehidupan komunitas sekaligus menjadi ruang terbuka yang memberikan karakter pada kawasan dan mendukung berbagai aktivitas luar ruang.
Sebagai cluster perdana Maestria, Amerta dikembangkan berdasarkan masterplan yang dirancang melalui kolaborasi Yori Antar sebagai Design Principal, SWA Group sebagai Master Planner, dan Urban+ dalam Urban Planning.
Baca juga: Desain Hunian Terjangkau Ramah Lingkungan Ini Dapat Penghargaan Terbaik
Kolaborasi tersebut menyatukan perencanaan kawasan dengan kualitas kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan antara hunian dan ruang terbuka hingga konektivitas pedestrian dan ruang komunal. Pendekatan ini menempatkan desain bukan hanya pada bangunan tetapi juga pada bagaimana keseluruhan lingkungan dapat mendukung kenyamanan, interaksi, dan keseharian penghuninya.
Menurut Yori, ketika merancang sebuah kawasan, yang dipikirkan bukan hanya rumahnya tetapi bagaimana lingkungan dapat membentuk kualitas hidup penghuninya dan karena itu ruang terbuka, jalur pedestrian, dan area komunal dirancang untuk mempertemukan penghuni dan menciptakan ruang untuk bersosialisasi, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari.
“Di Maestria, kami ingin membangun sebuah lingkungan yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali tetapi juga mendorong interaksi dan rasa kebersamaan sebagai bagian dari keseharian,” jelasnya.
Di dalam lingkungan tersebut, Amerta menghadirkan pilihan hunian yang dirancang untuk kebutuhan keluarga dengan karakter dan kebutuhan ruang yang beragam, mulai dari tipe Deluxe, Suite, Double Suite, Loft, Premier, Premier Corner, hingga Elite. Variasi tipe tersebut memberikan keleluasaan bagi penghuni untuk memilih rumah yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan ruang mereka.
Baca juga: Yori Antar Rancang Taman Publik di TB Simatupang
Dari sisi arsitektur, Amerta membawa pendekatan tropis kontemporer yang mempertimbangkan karakter iklim Indonesia. Konsep tersebut meneruskan pendekatan Rumah Dua Musim yang menjadi bagian dari desain Maestria, dengan perhatian pada ventilasi alami, pencahayaan matahari, respons terhadap panas dan curah hujan, serta hubungan antara ruang dalam dan ruang luar.
Keterlibatan Yori Antar memberikan dimensi arsitektural yang kuat dalam pendekatan tersebut. Melalui pemahaman terhadap konteks lokal dan iklim tropis, desain Amerta tidak hanya mengejar estetika kontemporer, tetapi juga berupaya menghadirkan hunian yang nyaman, adaptif, dan relevan dengan cara hidup masyarakat Indonesia.