Senin, Agustus 24, 2026
HomeNewsEkonomiKadin: RAPBN 2027 Lebih Rp4.000 Triliun, Harus Jadi Pengungkit Investasi

Kadin: RAPBN 2027 Lebih Rp4.000 Triliun, Harus Jadi Pengungkit Investasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif arah kebijakan ekonomi dan pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di hadapan DPR beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, berbagai agenda yang disampaikan presiden menunjukkan tekad pemerintah untuk menjaga stabilitas makro ekonomi sekaligus mempercepat transformasi struktural.

“Kadin Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah tentunya siap mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui semangat Indonesia Incorporated, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, BUMN, Danantara, pemerintah daerah, UMKM, perguruan tinggi, pekerja, hingga seluruh pemangku kepentingan pembangunan,” ujarnya melalui siaran pers Minggu (23/8).

Kadin merespon khusus terkait RAPBN tahun 2027 yang dirancang dengan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Anggaran ini meningkat dari Rp3.842,7 triliun dalam APBN 2026. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, dibandingkan Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026.

Baca juga: Kadin Beberkan Potensi Besar Investasi di Indonesia, AI Salah Satunya

Pembiayaan anggaran direncanakan Rp671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap PDB, lebih rendah daripada target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen PDB. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen, tingkat inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, yield SBN 10 tahun 6,9 persen, harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel, lifting minyak 610.000 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

“Dengan data-data ini kami menilai postur tersebut menunjukkan pemerintah tetap menggunakan kebijakan fiskal sebagai instrumen pembangunan sekaligus berupaya menjaga disiplin fiskal,” imbuhnya.

Untuk itu dengan besarnya belanja negara harus bisa memberikan peluang untuk menciptakan daya ungkit yang jauh lebih besar apabila dikombinasikan dengan investasi BUMN, Danantara, dan sektor swasta.

“Belanja negara di atas Rp4.000 triliun merupakan kekuatan ekonomi yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana setiap rupiah APBN mampu menciptakan multiplier effect dan menarik investasi swasta berkali-kali lipat,” kata Anindya.

Baca juga: Menkeu: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, RAPBN 2027 Dirancang Ekspansif

Karena itu Kadin berpandangan, proyek APBN yang mempunyai kelayakan ekonomi dapat dikembangkan melalui kemitraan pemerintah dan swasta sehingga ruang fiskal dapat lebih banyak diarahkan kepada pelayanan dasar, perlindungan sosial dan sektor yang belum dapat dibiayai secara komersial.

Kemudian dalam optimalisasi pendapatan negara, Kadin mendukung perluasan basis penerimaan, peningkatan kepatuhan dan penutupan kebocoran. Pada saat yang sama, kebijakan penerimaan perlu menjaga keberlanjutan dunia usaha.

“Dengan anggaran mencapai ribuan triliun tentunya akan banyak perusahaan yang berkembang, investasi yang meningkat, dan pekerjaan yang bertambah pada akhirnya akan memperluas basis pajak secara berkelanjutan,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini