Bank BSN Akad Massal KPR 10 Ribu Unit, Mayoritas KPR Subsidi FLPP
Bank BSN menghelat penandatanganan akad massal pembiayaan syariah secara serentak di seluruh Indonesia sebanyak 10.000 unit sebagai langkah strategis memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah bagi masyarakat luas.
Penetrasi masif yang dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan Bogor, Jawa Barat, awal pekan ini, ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun pertama (Milad ke-1) Bank BSN usai resmi beroperasi sebagai Bank Umum Syariah (BUS).
Menurut Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor, keberadaan 10.000 akad pembiayaan tersebut tidak sekadar merepresentasikan performa operasional perbankan melainkan wujud nyata perusahaan dalam memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kami meyakini bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal melainkan tempat keluarga membangun kehidupan, mendidik anak-anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyiapkan masa depan,” ujarnya melalui siaran pers Selasa (25/8).
Baca juga: Rumah Subsidi yang Dibiayai Bank BSN Terhuni Nyaris 100 Persen
Event strategis ini turut disaksikan langsung oleh Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Khresnariza Harahap, Direktur Pemasaran Pembiayaan BP Tapera Achmad Zaenal Abidin, serta Direktur Utama PT Kreasi Prima Nusantara Hadiana, dengan didampingi jajaran direksi Bank BSN yakni Direktur Consumer Banking Mochamad Yut Penta dan Direktur Commercial and Corporate Banking Maqin U. Norhadi.
Yut Penta menjelaskan, perhelatan akad massal ini memuat misi utama Bank BSN untuk terus merajut kebahagiaan bagi ribuan keluarga Indonesia sekaligus menjadi stimulus penopang tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Akad massal ini adalah wujud nyata misi Bank BSN untuk menghadirkan 10.000 kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah yang berkah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi langkah strategis Bank BSN untuk terus mendorong peningkatan literasi dan perluasan inklusi ekonomi dan keuangan syariah sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata dari ekosistem perbankan syariah yang modern, inklusif, dan tepercaya,” bebernya.
Ditinjau dari struktur portofolionya, penyerapan 10.000 akad pembiayaan massal tersebut didominasi oleh segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Porsi terbesar dicatatkan oleh KPR Subsidi sebanyak 6.550 akad, disusul KPR Non-Subsidi sebanyak 1.975 akad, pembiayaan non-KPR sebesar 1.215 akad, serta sektor pembiayaan komersial yang menyumbang 260 akad.
Baca juga: Dorong Penyaluran KPR Bagi Pekerja Informal, SiapKPR-Bank BSN Lansir Pilot Project Skim Rent to Own
Penyaluran yang dominan pada segmen perumahan subsidi ini semakin memperkuat posisi Bank BSN sebagai salah satu penopang utama pembiayaan perumahan nasional. Hingga Juli 2026, Bank BSN mencatatkan realisasi penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit.
Capaian tersebut mengukuhkan Bank BSN di peringkat kedua secara nasional dalam penyaluran KPR Subsidi lintas industri perbankan baik konvensional maupun syariah, dengan pangsa pasar (market share) mencapai sekitar 24 persen.
Khusus di ceruk industri perbankan syariah, Bank BSN menguasai pasar secara mutlak dengan mendominasi hingga 84 persen pangsa pasar KPR Subsidi. Secara umum, di usia yang genap satu tahun beroperasi mandiri, langkah ekspansif perusahaan diimbangi oleh fundamental keuangan yang solid. Per 31 Juli 2026, Bank BSN membukukan total aset senilai Rp81,1 triliun atau melejit 22,2 persen secara tahunan (yoy).
Laju pertumbuhan aset ini ditopang oleh penyaluran total pembiayaan yang mencapai Rp62 triliun, tumbuh 25,7 persen (yoy), serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp64,1 triliun yang naik 14,8 persen.
Untuk mempercepat efisiensi operasional dan penetrasi inklusi keuangan digital, Bank BSN juga mengandalkan platform mobile banking Bale Syariah by BSN. Hingga akhir Juli 2026, aplikasi ini telah menembus lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali serta mencatatkan volume transaksi mencapai Rp4,88 triliun.
Baca juga: Posisikan Sebagai Mitra Developer, BSN Gerak Cepat Bangun Ekosistem Bisnis
Platform digital ini dioptimalkan tidak hanya untuk kebutuhan pembayaran angsuran KPR tapi juga mencakup transaksi pembayaran harian, QRIS, transaksi sosial syariah seperti zakat, infak, dan sedekah, hingga pengisian ulang saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.
Untuk terus memperluas jangkauan operasionalnya, Bank BSN terus memperkuat jaringan kemitraan strategis dengan menggandeng lebih dari 4.000 pengembang perumahan dan 3.000 notaris, di samping bersinergi dengan Kementerian PKP, BP Tapera, Danantara Indonesia, serta pemerintah daerah guna mendorong terwujudnya ekosistem perumahan dan keuangan syariah yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.