Gerak IKN Menjadi Forest City Melalui Konsep Rewelding
Ada yang unik di pengembangan kawasan Ibukota Nusantara (IKN). Kalau pada umumnya pembangunan kota dimulai dengan membangun jalan, gedung, dan kawasan permukiman, di IKN dilakukan dengan cara yang agak berbeda.
Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, di IKN juga dibangun dengan memulihkan kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi agar kembali berfungsi sebagai ekosistem alami. Menurut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, konsep pengambangan seperti ini disebut sebagai rewelding atau upaya mengembalikan fungsi ekosistem dan bukan sekadar menanam kembali pohon.
“Kami melakukan rewilding di kawasan ini, jadi bukan hanya reforestasi tetapi mengembalikan ekosistem alami. Itulah IKN yang memang dikonsep untuk menjadi Kota Hutan,” ujar Basuki dikutip dari siaran pers Jumat (31/7).
Pendekatan tersebut dilakukan karena sebagian kawasan IKN sebelumnya didominasi oleh perkebunan monokultur yang memiliki keanekaragaman hayati lebih rendah dibandingkan hutan alami. Karena itu pembangunannya dilakukan bersamaan dengan upaya memulihkan kualitas lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah pemulihan. Sejak tahun 2022 hingga 2026, Otorita IKN telah menanam sekitar lima juta pohon sebagai bagian dari restorasi kawasan.
Baca juga: IKN Jadi “Ten Minute Cities”
Upaya tersebut juga didukung dengan pembangunan koridor satwa liar untuk menghubungkan kembali habitat yang sebelumnya terfragmentasi. Hingga saat ini, dua koridor satwa telah dibangun di kawasan Jalan Tol Balikpapan-IKN sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati.
“Melalui pendekatan rewilding, Otorita IKN menargetkan 65 persen wilayah Nusantara tetap berupa kawasan lindung. Dengan demikian, pembangunan Forest City di Nusantara tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam tetapi juga dari keberhasilan memulihkan ekosistem sehingga alam dan pembangunan dapat tumbuh secara berdampingan,” imbuhnya.