Likuiditas Longgar Tidak Diikuti Kenaikan Penyaluran Kredit
Laporan Uang Beredar Bank Indonesia Maret 2026 yang dipublikasikan akhir April 2026 mengungkapkan, penghimpunan simpanan masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) oleh perbankan pada Maret 2026 mencapai Rp9.658,5 triliun. Tumbuh 10,7 persen secara tahunan (yoy) dibanding 9,2 persen (yoy) pada Februari 2026.
Perkembangan DPK itu didorong seluruh komponennya (giro, tabungan, dan deposito atau simpanan berjangka) yang tumbuh 21,2 persen, 8,4 persen, dan 4,4 persen, dibanding Februari 2026 sebesar 17,6 persen, 7,7 persen, dan 3,7 persen.
Berdasarkan golongan nasabah, pertumbuhan DPK Maret 2026 dipengaruhi pertumbuhan simpanan korporasi, perorangan dan nasabah lainnya sebesar 18,8 persen, 2,4 persen, dan 10,6 persen, naik agak signifikan dibanding 15,9 persen, 2,4 persen, dan 7,3 persen pada Februari 2026.
Sayangnya, likuiditas yang kian melimpah itu, tidak diiringi dengan kenaikan penyaluran kredit. Pertumbuhan kredit pada Maret 2026 masih sama dengan Februari 2026 sebesar 8,9 persen (yoy) senilai Rp8.516 triliun. Padahal, Januari 2026 pertumbuhan kredit sempat naik menjadi 10,2 persen dibanding 9,63 persen pada Desember 2025.
Kredit di sini hanya dalam bentuk pinjaman (loans). Tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman seperti surat berharga, tagihan akseptasi, dan tagihan repo. Juga tidak termasuk kredit yang diberikan kantor bank umum di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.
Baca juga: Dorong Penyaluran Kredit Lebih Tinggi, BI dan Pemerintah Lansir PINISI
Kredit korporasi dan perorangan tumbuh 14 persen dan 3 persen pada Maret 2026, dibanding Februari 2026 sebesar 13,8 persen dan 3,2 persen.
Berdasarkan penggunaan, kredit modal kerja (KMK) kembali tumbuh lebih tinggi sebesar 4 persen dibanding 3,7 persen pada Februari 2026 dan 4,7 persen pada Januari 2026, yang mengindikasikan dunia usaha mulai sedikit lebih bergairah lagi pada Maret 2026. Peningkatan KMK itu terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit ke sektor manufaktur dan sejenisnya serta sekyor pengangkutan dan komunikasi.
Baca juga: BI Pastikan Kebijakan Likuiditas Longgar untuk Dorong Kredit
Sementara kredit investasi stabil di angka 20 persen, dan kredit konsumsi masih terus menurun menjadi 5,8 persen pada Maret 2026 dibanding 6,3 persen pada Februari 2026. Terutama dipengaruhi penurunan kredit kendaraan bermotor (KKB) yang makin terkontraksi (minus) 9,2 persen dibanding minus 8,1 persen pada februari 2026.
Begitu juga kredit multiguna dan kredit pemilikan rumah (KPR), melambat pertumbuhannya menjadi 8,3 persen dan 4,5 persen dibanding 8,7 persen dan 5 persen pada Februari 2026.