Senin, Juli 6, 2026
HomeBerita PropertiSetiap Hari Penumpang Whoosh asal Malaysia Capai 750-1.000 Orang

Setiap Hari Penumpang Whoosh asal Malaysia Capai 750-1.000 Orang

Selama sekian tahun terakhir, turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia tercatat sebagai yang terbanyak mengunjungi Indonesia. Diikuti wisman dari negara lain dengan peringkat berbeda-beda setiap tahun.

Destinasi favorit wisman asal Malaysia adalah Bandung dan Jakarta (terutama Pasar Tanah Abang) untuk berbelanja pakaian selain berwisata ke beberapa destinasi. Umumnya mereka menggunakan kereta cepat Whoosh dari Jakarta menuju Bandung dan sebaliknya.

KCIC, operator Whoosh, mencatat selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 sejak 18 Desember 2025, ada 13 ribu penumpang internasional yang menggunakan Whoosh. Sebanyak 53 persen atau 7 ribuan penumpang adalah wisman asal Malaysia.

Baca juga: Ada Whoosh, di Bandung Transaksi QRIS Turis Malaysia Paling Banyak

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, selama momen libur Nataru setiap hari sekitar 750 s.d 1000 wisman asal Malaysia menggunakan Whoosh untuk melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan berbagai kawasan wisata lain di Jawa Barat.

“Wisatawan Malaysia memanfaatkan libur akhir tahun untuk berwisata ke Bandung, dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata alam di Jawa Barat seperti Lembang, Ciwidey, dan lain-lain. Ini menunjukkan Whoosh tidak hanya njadi sarana transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman wisata yang diminati wisman saat berkunjung ke Indonesia,” kata Eva melalui keterangan dikutip Selasa (29/12/2025).

Secara kumulatif sejak mulai beroperasi pada 2023 hingga 2025, jumlah penumpang asal Malaysia yang menggunakan Whoosh mencapai sekitar 294 ribu, dari total penumpang internasional yang sekitar 394 ribu.

Baca juga: Turis Asing yang Naik Whoosh Melonjak 65,3 Persen

Sementara secara keseluruhan, selama masa Angkutan Nataru total tiket Whoosh yang telah terjual mencapai 225 ribu. Rata-rata volume penumpang harian berada di kisaran 22 hingga 24 ribu per hari, meningkat 20–30 persen dibanding hari biasa di kisaran 16 hingga 18 ribu per hari.

Berita Terkait

Ekonomi

Tiket Pesawat Kian Mahal, Tapi Kunjungan Turis Asing Tetap Meningkat

Kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah...

Menengok Dampak Pembangunan IKN yang Bikin Ekonomi Kawasan Tumbuh Hampir 20 Persen

Kajian dampak ekonomi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) periode...

Perlindungan-Pengembangan UMKM di Hari UMKM Internasional

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan perhatian besar...

Beda dengan PMI Manufaktur, Kemenperin Bilang IKI Juni 2026 Tetap di Fase Ekspansi

Meskipun menghadapi tantangan dari sisi produksi dan permintaan selama...

Berita Terkini