Strategi Pollux Properties Hadapi Situasi Sulit
Aktivitas bisnis tidak terlepas dari berbagai faktor yang bisa memengaruhinya baik langsung maupun tidak langsung. Saat Pandemi Covid-19 misalnya, seluruh aktivitas bisnis seperti terhenti dan fokus pada antisipasi supaya pandemi tidak meluas.
Berbagai pengaruh itu juga dirasakan pada bisnis properti. Saat pandemi, seluruh sektor properti mulai perhotelan, komersial, perkantoran, hingga residensial ikut terdampak dan kalangan pengembang melakukan berbagai penyesuaian (adjustment) untuk tetap bisa bertahan.
Di sisi lain, keberhasilan perusahaan melewati berbagai situasi krisis justru menunjukkan kematangan strategi maupun siasat untuk tetap bertahan bahkan bertumbuh. Flashback pada situasi krisis diutarakan oleh Handoyo K. Setyadi, CEO Pollux Properties.
“Pandemi Covid-19 itu badai, saat itu manajemen memutuskan untuk proyek yang masih belum digarap, belum dikerjakan kendati sudah ada gambar, presentasi, itu di-hold karena situasinya berat. Beberapa proyek yang berjalan atau setengah jalan tetap kita jalankan walaupun slow, itu sambil melihat view ke depan,” ujarnya kepada housingestate.id Sabtu (27/6).
Kemudian untuk proyek yang dalam perencaan selain di-hold, dilakukan juga optimalisasi selain beberapa perubahan. Artinya, inovasi banyak dilakukan seperti di proyek Pollux yang ada di Cikarang dan Batam. Setelah dipetakan, untuk beberapa proyek seperti segmen perhotelan, komersial (mal), dan office masih bisa dilakukan optimalisasi sementara segmen apartemen dilakukan switching menjadi unit service apartment maupun hotel.
Baca juga: Pollux Hotels Terbitkan Sustainability Linked Bond Pertama di Indonesia
Dengan pengalaman panjang di bisnis properti, saat ini Pollux Properties telah menghasilkan beberapa portofolio di berbagai lokasi strategis. Sebut saja Pollux Meisterstadt, sebuah kawasan mixed use terintegrasi berskala besar di Batam. Pollux Chadstone, kawasan apartemen dan komersial terpadu di Cikarang, Pollux Technopolis, pusat kawasan bisnis di Karawang.
Sebelumnya, Pollux juga telah sukses mengembangkan World Capital Tower, sebuah menara perkantoran premium di Mega Kuningan Jakarta selain Pollux Amarsvati, sebuah resor mewah di Lombok. Jauh sebelum itu, Pollux juga merupakan pengelola Mal Paragon selain beberapa hotel dan apartemen di Semarang.
Hingga saat ini, portofolio terbesar Pollux dari pengelolaan hotel dan komersial yang membuatnya masih cukup lincah untuk menghasilkan kinerja bisnis yang baik di tengah situasi sulit. Termasuk kondisi saat ini terkait konflik geopolitik, kenaikan BBM, peningkatan suku bunga, dan lainnya.
“Untuk unit apartemen yang ada di Batam maupun Cikarang itu kami switch, total ada ratusan unit dan sekarang okupansinya mulai bagus. Saat bulan Mei kemarin yang banyak long weekend dan bulan Juni saat liburan, okupansi hotel kami mencapai 95-100 persen,” bebernya.
Baca juga: Pollux Chadstone – Mall, Hotel, Service Apartment & Strata Apartment Opens April 2020
Di Semarang, Pollux memiliki tiga hotel yang dalam waktu dekat akan di-improve untuk meraih peluang bisnis yang lebih baik. Hal tersebut tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur jalan tol di sana maupun keberadaan Kawasan Industri Batang.
“Tentunya kami terus melihat situasi, mempelajari, untuk mengeluarkan strategi yang tepat. Untungnya banyak dari proyek kami bukan lagi pengembangan yang membutuhkan modal besar karena fisiknya sudah ada. Seperti kita melakukan improvement dengan menggandeng Citadines untuk hotel yang okupansinya sudah bagus, itu antisipasi kami mersepon pasar,” pungkas Handoyo.