Jumat, Juni 26, 2026
HomeNewsEkonomiPerintah Presiden, Menkeu Kembalikan Dana SAL ke Bank Himbara dan Tambah Jadi...

Perintah Presiden, Menkeu Kembalikan Dana SAL ke Bank Himbara dan Tambah Jadi Rp400 Triliun

Mulai Juni ini Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara bertahap menarik dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) milik pemerintah yang sejak September 2025 ditempatkannya di bank-bank milik negara (HIMBARA) senilai total Rp300 triliun.

Dana itu akan kembali ditaruh di rekening pemerintah di Bank Indonesia, yang menjanjikan imbal hasil (renumerasi) lebih tinggi untuk penempatan dana SAL tersebut. .

Tapi, belum tuntas penarikan berjalan, Menkeu berubah sikap. Alih-alih menarik, Purbaya justru mengembalikan dana tersebut ke bank-bank HIMBARA, dan menambahnya Rp100 triliun sehingga total menjadi Rp400 triliun.

Menurut Menkeu, pemerintah mengambil kebijakan itu demi memperkuat likuiditas perbankan, menjaga fungsi intermediasi perbankan, mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu meyakini, kebijakan tersebut dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga 14-15 persen tahun ini.

Menkeu menjelaskan, pemerintah mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana pemerintah di Himbara sebagai respons atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Dengan likuiditas yang lebih memadai, sektor perbankan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha.

“Jadi, akan cukup likuiditas di perbankan kita, dan harusnya bunga di pasar akan turun, ekonomi siap lari lagi,” kata Menkeu dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6/2926), dikutip dari keterangan Kemenkeu.

Baca juga: Redam Kenaikan Yield SBN, Menkeu Suntik Lagi Likuiditas Rp100 Triliun ke Bank BUMN

Menkeu mengungkapkan, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden agar berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat diatasi. Penambahan likuiditas diyakini akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.

“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita kembalikan ke perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” jelas Purbaya.

Menkeu menilai penguatan likuiditas akan mendorong mekanisme pasar kembali bekerja secara optimal, sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan lebih efektif. “Saya memaksa market mechanism berjalan,” ujar Menkeu.

Berdasarkan komunikasi dengan perbankan, Menkeu menyatakan, tambahan likuiditas tersebut akan memberikan ruang bagi perbankan untuk kembali menjalankan rencana ekspansi kredit yang sebelumnya sempat tertahan.

“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang selama ini mereka tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas, akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” terang Mnekeu.

Baca juga: Menkeu Guyur Likuiditas Rp200 triliun, Tapi Penyaluran Kredit Malah Turun

Bila kondisi likuiditas perbankan tetap terjaga sesuai desain pemerintah, Menkeu optimistis pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat lebih tinggi hingga mencapai kisaran 14-15 persen tahun ini. “Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” tukas Menteri Purbaya.

Menkeu memastikan penguatan likuiditas perbankan melalui penempatan dana SAL itu, tidak mengganggu kesehatan fiskal (anggaran pemerintah). “Kondisi fiskal kita aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya makin terbuka lebar,” pungkas Menkeu.

Berita Terkait

Ekonomi

Langkah BI Jaga Stabilitas Diapresiasi Kadin, Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya...

Kemenperin Bantah 2 Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Mau Hengkang dari Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah isu yang dilontarkan Presiden Konfederasi...

Opini: Nasib Konsumen Saat Listrik, BBM, Dolar Naik

Oleh: Sara Adiza Nursyahbani, Humas dan Pengembangan Bisnis Yayasan...

Berita Terkini