Sabtu, Juni 27, 2026
HomeNewsEkonomiSun Life: 26 Persen Warga RI Alami Stres Finansial Tiap Minggu, 23...

Sun Life: 26 Persen Warga RI Alami Stres Finansial Tiap Minggu, 23 Persen Kuras Tabungan untuk Kebutuhan Hidup

Studi terbaru Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 yang dirilis pertengahan Juni ini mengungkapkan, proporsi individu di Indonesia yang memiliki ketahanan finansial tinggi meningkat dari 30 persen pada 2025 menjadi 34 persen pada 2026.

Kendati demikian, hanya 14 persen masyarakat Indonesia yang merasa sangat aman secara finansial di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini.

Studi tersebut menunjukkan, tekanan biaya hidup, tanggung jawab finansial terhadap keluarga, serta kesiapan menghadapi kenaikan biaya hidup yang berkelanjutan, masih menjadi tantangan utama warga RI dalam membangun rasa aman finansial jangka panjang.

Menurut studi yang dilakukan Sun Life Asia bersama Genpop pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia itu, rasa aman finansial tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi saat ini, tapi juga oleh kemampuan dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan.

Mayoritas responden mengaku, masih menghadapi tantangan dalam memenuhi tanggung jawab finansial terhadap keluarg, sebagian lainnya masih merasakan tekanan finansial secara rutin.

Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan yang berkelanjutan, untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi di masa depan.

Secara keseluruhan, di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat Indonesia terus menunjukkan upaya memperkuat kondisi keuangan mereka.

Sebanyak 45 persen responden menyatakan mampu memenuhi kebutuhan hidup selama lebih dari enam bulan tanpa penghasilan, sementara tingkat kepercayaan dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang meningkat menjadi 68 persen.

“Makin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah untuk membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tulis laporan studi tersebut yang diterima pekan ini.

Baca juga: 80 Persen Masyarakat RI Rasakan Tekanan Biaya Hidup, Sulit Berinvestasi dan Menabung

Kendati demikian, tekanan biaya hidup masih mendorong sebagian masyarakat melakukan penyesuaian dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

Sebanyak 23 persen responden mengaku menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara 26 persen lainnya mengalami stres finansial tiap minggu dan mengurangi atau menunda sejumlah pengeluaran. Mencerminkan pentingnya keseimbangan antara memenuhi kebutuhan saat ini dan menyiapkan ketahanan finansial untuk masa depan.

Studi Sun Life menemukan, masyarakat yang punya rencana keuangan jangka panjang, tiga kali lebih percaya diri dalam mencapai tujuan keuangan mereka dibandingkan mereka yang belum punya perencanaan yang jelas (86 persen berbanding 25 persen).

Langkah sederhana seperti menetapkan tujuan keuangan, membangun dana darurat, dan mengelola keuangan secara terencana akan membantu memperkuat rasa aman finansial dalam jangka panjang.

Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia, menyatakan, bagi banyak masyarakat Indonesia, rasa aman finansial tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tapi juga dengan kemampuan memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga.

“Temuan studi ini menunjukkan, makin banyak warga RI yang mulai mengambil langkah memperkuat fondasi keuangan mereka. Karena itu, kehadiran mitra keuangan yang dapat dipercaya jadi makin penting, untuk membantu membangun ketahanan finansial, menghadapi ketidakpastian dengan lebih tenang, dan mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang,” katanya.

Baca juga: Lebih dari 50 Persen Penduduk RI Terancam Rentan Miskin, Cemas dan Kehilangan Rasa Aman

Literasi keuangan menjadi faktor pembeda utama. Meskipun tekanan ekonomi memengaruhi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan, kemampuan menghadapi tantangan tersebut kian dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesiapan finansial setiap individu.

Individu dengan tingkat literasi keuangan yang baik, memiliki tingkat kepercayaan diri finansial 53 poin lebih tinggi, dan optimisme terhadap masa depan keuangan 47 poin lebih tinggi.

Sementara 86 persen responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang, yakin dapat mencapai tujuan keuangan mereka, dibandingkan hanya 25 persen pada mereka yang tidak memiliki perencanaan keuangan.

Teknologi juga makin berperan dalam perjalanan finansial masyarakat Indonesia. Sebanyak 68 persen responden mengaku menggunakan generative AI untuk memperoleh informasi dan panduan keuangan, 67 persen memperkirakan penggunaannya akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan.

Albertus mengakui, teknologi membuka akses yang lebih luas terhadap informasi keuangan, namun literasi keuangan dan perencanaan yang baik tetap menjadi fondasi utama dalam membangun rasa aman finansial.

Berita Terkait

Ekonomi

Langkah BI Jaga Stabilitas Diapresiasi Kadin, Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya...

Kemenperin Bantah 2 Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Mau Hengkang dari Indonesia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah isu yang dilontarkan Presiden Konfederasi...

Berita Terkini