Semester I Realisasi KUR Perumahan Bank Mandiri Sudah 63 Persen
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP), guna mendorong pembangunan perumahan rakyat sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di sektor perumahan.
KPP dirancang untuk mendukung pembiayaan di dua sisi sekaligus, yakni sisi penyediaan (supply side) atau pelaku usaha UMKM di bidang perumahan, dan sisi permintaan (demand side) atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membangun atau merenovasi rumah yang sekaligus dijadikan tempat usaha.
“Melalui KUR Perumahan, pemerintah mendukung pengembang, kontraktor, dan toko bahan bangunan sebagai penyedia perumahan, sekaligus membantu masyarakat dan pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah. Program ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan rumah, tetapi juga memperkuat UMKM dan menciptakan lapangan kerja,” kata Plt Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Rini Dyah Mawarty melalui keterangan pekan ini.
Rini bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan para pejabat Kementerian PKP mengunjungi Kota Jayapura, Papua, selama 3 hari pekan ini untuk melihat progres pengembangan perumahan rakyat dan program bedah rumah, termasuk realisasi penyaluran KPP, kali ini oleh Bank Mandiri.
Baca juga: Realisasi Tinggi, Kuota KUR Perumahan Tahun Ini Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
Mendagri Tito menyatakan, KUR Perumahan menjadi salah satu solusi penting dalam menjawab tantangan penyediaan hunian layak bagi MBR, termasuk di Papua yang angka rumah tidak layak huninya cukup tinggi.
“KUR Perumahan tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah layak huni, tapi juga menggerakkan sektor usaha yang mendukung pembangunan perumahan,” ujar Tito. Penyalurannya dilakukan melalui berbagai bank nasional dan bank daerah (BPD), antara lain Bank Mandiri.
Menurut Senior Vice President Bank Mandiri Region XII Papua Antonius Budi Setiawan, tahun ini Bank Mandiri memperoleh plafon KPP sebesar Rp1,5 triliun.
Hingga 15 Juni 2026 realisasi penyalurannya sudah Rp951,7 miliar atau sekitar 63 persen dari plafon. Yaitu, untuk sisi suplai senilai Rp330,6 miliar dan sisi permintaan sebesar Rp621,1 miliar.
Khusus di Papua, untuk sisi penyediaan, realisasi pembiayaan mencapai Rp27,8 miliar atau 185 persen dari plafon Rp15 miliar. Sementara untuk sisi permintaan realisasinya sebesar Rp6,9 miliar dari plafon Rp13,5 miliar.
Dengan demikian penyaluran KUR Perumahan oleh Bank Mandiri di Provinsi Papua hingga pertengahan Juni 2026, mencapai Rp34,7 miliar atau 121,6 persen dari plafon sebesar Rp28,5 miliar.
Baca juga: Hingga Mei Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Baru Rp16,8 Triliun, Rp9,2 Triliun Disumbang BRI
Kementerian PKP berharap percepatan penyaluran KUR Perumahan makin memperkuat peran UMKM sektor perumahan, meningkatkan pasokan hunian layak, serta mendukung target pemerintah dalam menyediakan rumah yang terjangkau bagi MBR di seluruh Indonesia.