Selasa, Mei 26, 2026
HomeBerita PropertiHingga Mei Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Baru Rp16,8 Triliun, Rp9,2 Triliun Disumbang...

Hingga Mei Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Baru Rp16,8 Triliun, Rp9,2 Triliun Disumbang BRI

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, hingga Mei 2026 realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai sekitar Rp16,8 triliun.

Menteri PKP menyampaikan hal itu saat bertemu Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, akhir pekan lalu (21/5/2026). Pertemuan membahas penguatan kolaborasi dalam mendukung program perumahan.

Dari Rp16,8 triliun itu, sebanyak Rp4,8 triliun disalurkan kepada 1.875 nasabah debitur di sisi supply (developer, kontraktor perumhan, dan toko bahan bangunan), dan Rp11,99 triliun kepada 78.001 nasabah debitur di sisi demand (MBR yang hendak membangun/merenovasi rumah yang sekaligus digunakan sebagai tempat usaha).

BSI sendiri tahun ini mendapat kuota KPP sebesar Rp1,2 triliun, dengan realisasi sampai Mei 2026 mencapai 67 persen atau sekitar Rp800 miliar, dengan dominasi debitur berasal dari sisi demand.

Maruarar mengapresiasi capaian Bank BSI dalam penyaluran KPP tersebut. Ia menyebut penyaluran KPP oleh BSI menunjukkan perkembangan yang positif di berbagai daerah.

Salah satu capaian tertinggi tercatat dalam kegiatan sosialisasi KPP yang diselenggarakan BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan realisasi mencapai Rp315,7 miliar. “KPP merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong lahirnya kelas menengah baru,” katanya dikutip dari keterangan Kementerian PKP, Selasa (25/5/2026).

Baca juga: Jawa Tengah Provinsi dengan Realisasi KUR Perumahan Terbesar

Selain KPP, Anggoro menyampaikan, BSI juga mendapat kuota penyaluran KPR subsidi dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 5.540 unit rumah tahun ini, dengan realisasi sampai Mei mencapai 1.250 unit.

Secara keseluruhan, dari Rp16,8 triliun realisasi KPP hingga Mei 2026, sebanyak Rp9,2 triliun atau sekitar 55 persen disumbang Bank BRI (realisasi hingga 25 Mei 2026).

Dari Rp9,2 triliun itu, sebanyak Rp1,1 triliun disalurkan kepada 752 nasabah debitur di sisi supply, dan Rp8,1 triliun kepada 66.576 debitur di sisi demand.

Baca juga: KUR Perumahan Resmi Diluncurkan, Pemerintah Berharap Pembangunan Rumah Meningkat

Realisasi itu mencapai 113 persen dari kuota KPP yang diperoleh BRI tahun ini sebesar Rp8 triliun. Karena itu Bank BRI pun mendapat tambahan kuota KPP Rp4 triliun lagi, sehingga menjadi total Rp12 triliun tahun ini.

KPP menawarkan subsidi bunga 5 persen dan tenor kredit hingga 5 tahun. Pemerintah mengalokasikan dana total Rp130 triliun untuk KPP, dengan penyaluran sudah dimulai sejak Oktober tahun lalu.

Berita Terkait

Ekonomi

Pakar UGM: Narasi Optimis Pemerintah Tidak Sesuai dengan Realitas

Terdapat jarak yang makin lebar antara narasi optimis pemerintah...

Menkeu: Supaya Ekonomi Bisa Tumbuh 8 Persen, Cukupi Likuiditas Perbankan

Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja...

Kebijakan WFH Sehari dalam Seminggu Berlanjut Juni-Juli

Pemerintah masih mempersiapkan sejumlah regulasi lintas kementerian/lembaga, terkait kebijakan...

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh Hingga 6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan...

Berita Terkini