April Membaik, Mei Penyaluran KPR Menurun Lagi
Kendati bunga kredit masih stabil menyusul kenaikan BI Rate 100 bps sebulan terakhir, penyaluran kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) pada Mei 2026 kembali menurun, setelah sempat meningkat pada April 2026.
Mengutip laporan Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pekan lalu, pada Mei 2026 penyaluran KPR/KPA tumbuh 4,6 persen (yoy) dibanding 4,8 persen (yoy) pada April 2026, menjadi Rp847,9 triliun.
Selama 6 bulan sejak November 2025, penyaluran KPR terus menurun. Kalau pada November 2025 masih tumbuh 6,9 persen (yoy), Desember 2025 turun menjadi 6,8 persen, 5,5 persen Januari 2026, 5 persen Februari, dan 4,5 persen Maret 2026, untuk kemudian membaik jadi 4,8 persen pada April, sebelum turun lagi jadi 4,6 persen pada Mei 2026.
Penyaluran KPR/KPA merupakan salah satu indikator daya beli, bersama kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor (KKB).
Kedit multiguna juga tumbuh menurun sebesar 8,2 persen (yoy) pada Mei 2026 dibanding 8,5 persen (yoy) pada April 2026.
Begitu pula KKB, masih terkontraksi (minus) 9,4 persen pada Mei 2026 dibanding April 2026 yang terkontraksi 9,0 persen.
Karena itu secara keseluruhan penyaluran kredit konsumsi (KPR/KPA, KKB dan kredit multiguna) menurun menjadi 5,8 persen (yoy) pada Mei 2026 dari 6 persen (yoy) pada April 2026.
Baca juga: Penyaluran KPR Mulai Meningkat, Kenaikan BI Rate Bisa Kembali Menahannya
Sementara penyaluran kredit konstruksi masih tumbuh tinggi sebesar 44,6 persen yoy (Mei 2026) senilai Rp570,5 triliun, kendati sedikit menurun dibanding 46 persen (yoy) pada April 2026.
Tingginya pertumbuhan kredit konstruksi selama beberapa bulan terakhir mengindikasikan, developer mempercepat penyelesaian proyek agar penjualannya bisa mendapatkan insentif PPN DTP sebelum tutup tahun.
Sementara kredit real estate terus meningkat, dari 13,9 persen yoy (April) menjadi 14,5 persen yoy (Mei) senilai Rp272,5 triliun. Mengindikasikan developer mempersiapkan pengembangan proyek atau produk baru.
Secara keseluruhan penyaluran kredit properti (KPR/KPA, kredit konstruksi, dan kredit real estate) pada Mei 2026 tumbuh 17,2 persen (yoy) senilai Rp1.690,8 trilun, lebih rendah dibanding April yang tumbuh 17,5 persen.
Baca juga: Maret Kredit Properti Kembali Tumbuh Tinggi, Tapi KPR Masih Terus Menurun
Suku bunga kredit sendiri pada Mei 2026 relatif stabil, dengan rata-rata tertimbang 8,7 persen. Yang meningkat suku bunga simpanan berjangka.
Terutama pada tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan, masing-masing sebesar 4,28 persen, 4,73 persen, 4,65 persen, dan 4,50 persen, dibanding 4,20 persen, 4,71 persen, 4,58 persen, dam 4,44 persen pada April 2026.