Rabu, Juni 3, 2026
HomeHome loanPenyaluran KPR Mulai Meningkat, Kenaikan BI Rate Bisa Kembali Menahannya

Penyaluran KPR Mulai Meningkat, Kenaikan BI Rate Bisa Kembali Menahannya

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) merupakan salah satu indikator daya beli. Bank Indonesia melaporkan baru-baru ini, selama enam bulan terakhir, penyaluran KPR terus menurun, kendati bunga bank terus melandai.

Pada April 2026, rata-rata tertimbang bunga kredit mencapai 8,7 persen dibanding 8,73 persen pada Maret 2026. Sedangkan bunga deposito tenor 1 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tercatat 4,2 persen, 4,58 persen, 4,44 persen, dan 3,96 persen, turun dari 4,23 persen, 4,61 persen, 4,46 persen, dan 4,12 persen per Maret 2026.

Pada Maret 2027 penyaluran KPR hanya tumbuh 4,5 persen secara tahunan (yoy) dibanding 5 persen pada Februari 2026, 5,5 persen pada Januari 2026, 6,8 persen pada Desember 2025, dan 6,9 persen pada November 2025.

Namun, pada April 2026 penyaluran KPR mulai membaik menjadi 4,8 persen (yoy). Penyaluran KPR menjadi penopang kenaikan pertumbuhan kredit konsumsi, bersama kredit multiguna yang tumbuh 8,5 persen (yoy) dibanding 8,3 persen (yoy) pada Maret 2026.

Sementara Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) masih terkontraksi (minus) 9 persen (yoy) dibanding Maret 2027 yang minus 8,9 persen (yoy). Dengan perkembangan itu, pada April 2026 kredit konsumsi tumbuh 6,0 persen (yoy) dibanding 5,8 persen (yoy) pada Maret 2026.

Secara keseluruhan, untuk kredit properti (konstruksi, real estate, dan KPR) pada April 2026 tumbuh 17,5 persen (yoy), sama dengan Maret 2026.

Perkembangan itu dipengaruhi perlambatan pertumbuhan kredit konstruksi dari 47,2 persen (yoy) pada Maret 2026 menjadi 46 persen (yoy) pada April 2026.

Sementara KPR dan kredit real estate meningkat, masing-masing dari 4,5 persen (yoy) dan 12,9 persen (yoy) menjadi 4,8 persen (yoy) dan 13,9 persen (yoy) pada April 2026.

Baca juga: Maret Kredit Properti Kembali Tumbuh Tinggi, Tapi KPR Masih Terus Menurun

Secara umum, kredit yang disalurkan perbankan pada April 2026 meningkat 9,4 persen (yoy) menjadi Rp8.606,6 triliun, lebih tinggi dibanding Maret 2026 sebesar 8,9 persen (yoy).

Didorong penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan yang tumbuh 14,5 persen (yoy) dan 3,4 persen (yoy), lebih tinggi dibanding Maret 2026 sebesar 13,9 persen (yoy) dan 3,0 persen (yoy).

Kredit modal kerja (KMK) tumbuh 5,8 persen (yoy) dibanding 4,0 persen (yoy) pada Maret 2026 yang mengindikasikan dunia usaha lebih bergairah. Terutama dipengaruhi pertumbuhan penyaluran kredit ke sektor manufaktur dan sejenisnya, serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.

Pertumbuhan kredit investasi juga masih tinggi mencapai 18,4 persen (yoy), kendati sedikit menurun dibanding 20,1 persen (yoy) pada Maret 2026, terutama dipengaruhi pertumbuhan kredit konstruksi serta pengangkutan dan komunikasi.

Baca juga: Triwulan I Penggunaan KPR dalam Transaksi Rumah Capai Titik Terendah

Keputusan BI menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25 persen akhir Mei lalu bisa melemahkan kembali penyaluran kredit termasuk KPR, karena perbankan akan menyesuaikan suku bunganya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kemungkinan tersebut. Namun, ia memperkirakan kenaikannya tidak banyak. “Harusnya bunga KPR tidak terlalu naik, karena bunganya (BI Rate) hanya naik sedikit,” katanya dalam sebuah acara di Yogyakarta akhir Mei lalu.

Hal senada diutarakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. “Bank masih bisa mempertahankan bunga kredit di level rendah, karena BI mengarahkan kebijakan makroprudensial yang longgar, sebagai insentif kepada bank untuk tetap gencar menyalurkan kredit,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang memutuskan kenaikan BI Rate tersebut.

Berita Terkait

Ekonomi

Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), jumlah kunjungan...

Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Selasa (2/6/2026), selama Januari-April...

Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan France-Indonesia High Level Business Council

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan...

April Neraca Dagang RI Masih Surplus, Tapi Merosot Tajam Jadi USD89 Juta

Neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 masih mencatat surplus,...

Berita Terkini