MRT Jakarta Gandeng Shenzhen Metro Kembangkan Kawasan Berorientasi Transit
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mendampingi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung dalam pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group pekan ini di Guangdong, Tiongkok.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Pramono membahas peluang pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) yang modern dan berkelanjutan untuk mendorong transportasi perkotaan Jakarta.
“Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya. Mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang setiap hari dan itu MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi,” ujar Pramono dikutip dari siaran pers Sabtu (25/4).
Senada dengan Pramono, Tuhiyat menyampaikan dukungn penuh terkait MRT menjadi bagian untuk mewujudkan kota berbasis transportasi publik. Saat ini MRT Jakarta telah menjadi backbone aktivitas mobilitas masyarakat dengan pengguna yang terus meningkat.
“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah paradigma pembangunan yang semula berorientasi berbasis kendaraan bermotor menjadi kota yang berbasis transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas sehari-hari,” katanya.
Baca juga: MRT Jakarta Berbagi Pengalaman di Thailand Rail 2026
Dalam pertemuan bilateral ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara PT MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group terkait pengembangan kawasan berbasis transit serta pembangunan terintegrasi di perkotaan. Karena itu penandatanganan nota kesepahaman ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan kawasan berorientasi transit.
“Pengalaman Shenzhen Metro Group dalam melakukan transformasi kota dengan pendekatan integrasi dan interkoneksi dapat menjadi rujukan bagi MRT Jakarta menjalankan mandatnya sebagai pengelola TOD di koridor MRT Jakarta. Semangat membangun sistem transportasi publik terintegrasi dan terkoneksi juga bagian dari kontribusi kami dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai Top 50 Global City pada 20230,” pungkas Tuhiyat.