Jumat, Agustus 7, 2026
HomeBerita PropertiBRI Catat rekor, Salurkan KUR Perumahan Rp332,5 Miliar dalam Satu Acara

BRI Catat rekor, Salurkan KUR Perumahan Rp332,5 Miliar dalam Satu Acara

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera, Bank BRI, dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan di Gelora Prapto Srimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, para petinggi BP Tapera dan BRI, serta para pelaku usaha sektor perumahan dan masyarakat umum.

Dalam acara itu, Menteri PKP memberikan apresiasi kepada BRI atas capaian penyaluran KPP yang dinilai sangat baik dan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha.

“Hari ini BRI berhasil mencatatkan rekor penyaluran KPP dengan nilai serapan Rp332,5 miliar kepada 966 nasabah dalam satu kegiatan,” katanya melalui keterangan Kementerian PKP, Jumat (5/6/2026).

Untuk KPP sisi pasokan (pengembang, kontraktor perumahan dan toko bahan bangunan), total penyaluran mencapai Rp145,5 miliar kepada 83 debitur.

Terdiri dari pembiayaan kepada kontraktor sebesar Rp3,7 miliar untuk 3 debitur, pengembang (developer) Rp80,3 miliar untuk 30 debitur, dan toko bangunan Rp61,5 miliar untuk 50 debitur.

Baca juga: Hingga Mei Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Baru Rp16,8 Triliun, Rp9,2 Triliun Disumbang BRI

Sementara untuk KPP sisi permintaan (demand), total penyaluran mencapai Rp187 miliar kepada 883 debitur.

“Program ini tidak hanya mendukung masyarakat dan pelaku usaha perumahan yang butuh pembiayaan, tapi juga memperkuat seluruh rantai pasok perumahan mulai dari kontraktor, pengembang, toko bangunan, hingga pelaku usaha lainnya yang menjadi bagian dari ekosistem perumahan nasional,” ujar Menteri Ara.

Selain itu, penyaluran KPP juga menunjukkan pembiayaan usaha sektor perumahan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

“Kita ingin KPP menjadi alat pemberdayaan ekonomi rakyat. Tujuannya bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun usaha rakyat agar berkembang, naik kelas, dan menciptakan lebih banyak pengusaha sukses serta orang-orang kaya baru di daerah,” jelas Ara.

Karena capaian impresif BRI dalam penyaluran KPP itu, Menteri PKP mengungkapkan, pemerintah pun meningkatkan alokasi pembiayaan melalui BRI menjadi Rp12 triliun tahun ini.

“Awalnya kami memberikan kuota Rp8 triliun kepada BRI. Karena kinerjanya sangat baik, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi Rp12 triliun. Hingga saat ini realisasi penyalurannya telah mencapai Rp9,3 triliun,” tutur Ara.

Baca juga: Jawa Tengah Provinsi dengan Realisasi KUR Perumahan Terbesar

Dalam kesempatan tersebut, BP Tapera dan BRI memberikan sosialisasi mengenai mekanisme, persyaratan, serta manfaat KUR Perumahan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya.

Melalui sosialisasi tersebut, Kementerian PKP berharap makin banyak pelaku usaha sektor perumahan yang dapat memanfaatkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin: Perdagangan Indonesia-Tailan Akan Mencapai USD30 Miliar Tahun 2030

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Thai Chamber...

Manufaktur RI Tetap Ekspansif Bila Pasar Domestik Terus Membaik

S&P Global merilis Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia...

Yang Full Nganggur Masih 7,22 Juta, Setengah Pengangguran 10,78 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (5/8/2026), tingkat pengangguran...

Berita Terkini