Kamis, Agustus 6, 2026
HomeMoneterKredit Konsumsi Boleh Lesu, Pinjol dan Paylater Tetap Melejit Tinggi

Kredit Konsumsi Boleh Lesu, Pinjol dan Paylater Tetap Melejit Tinggi

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir Juli 2026 yang dirilis awal pekan ini mengungkapkan, penyaluran kredit konsumsi (KPR, KKB, multiguna dll) masih terus melesu.

Hanya tumbuh 5,75 persen pada Juni 2026 secara tahunan (yoy), dibanding 5,89 persen pada Mei 2026, 6,58 persen pada Desember 2025, 8,49 persen pada Juni 2025, dan 10,61 persen pada Desember 2024.

Sebaliknya, porsi produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) dan pinjaman online atau daring (pinjol atau pindar), yang lebih dari 90 persen berupa kredit konsumsi, pada periode yang sama tetap melejit tinggi.

Kredit paylater perbankan misalnya, pada Juni 2026 tumbuh 33,54 persen secara tahunan (yoy) dibanding Mei 2026 sebesar 37,72 persen, menjadi Rp30,7 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 32,77 juta dibanding 32,54 juta pada Mei 2026.

Pembiayaan paylater oleh perusahaan pembiayaan bahkan tumbuh jauh lebih tinggi lagi, mencapai 57,02 persen (yoy) pada Juni 2026, dibanding 53,78 persen pada Mei 2026, menjadi Rp13,40 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau NPF gross 3,09 persen, turun dari 3,44 persen pada Mei 2026.

Baca juga: OJK: Data Debitur Pinjol Tidak Boleh Diperjualbelikan!

Sementara outstanding pembiayaan pinjol atau pindar, pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen (yoy) dibanding 25,60 persen pada Mei 2026, menjadi Rp105,14 triliun, dengan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) mencapai 4,26 persen dibanding 4,42 persen pada Mei 2026.

Juga tumbuh tinggi penyaluran pembiayaan pergadaian, yang umumnya juga berupa kredit konsumsi, mencapai 54,47 persen (yoy) pada Juni 2026 dibanding 57,97 persen pada Mei 2026, menjadi Rp162,26 triliun, dengan pembiayaan terbesar berupa produk gadai senilai Rp136,88 triliun atau 84,36 persen dari total pembiayaan.

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin: Perdagangan Indonesia-Tailan Akan Mencapai USD30 Miliar Tahun 2030

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Thai Chamber...

Manufaktur RI Tetap Ekspansif Bila Pasar Domestik Terus Membaik

S&P Global merilis Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia...

Yang Full Nganggur Masih 7,22 Juta, Setengah Pengangguran 10,78 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Rabu (5/8/2026), tingkat pengangguran...

Berita Terkini