Minggu, September 27, 2026
HomeNewsLuar NegeriSetelah Hong Kong, BI Jajaki Penggunaan QRIS Antarnegara dengan Timor Leste

Setelah Hong Kong, BI Jajaki Penggunaan QRIS Antarnegara dengan Timor Leste

Bank Indonesia (BI) dan Banco Central de Timor-Leste (BCTL) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), untuk memperkuat hubungan dan kerja sama kedua bank sentral di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital.

Mengutip keterangan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI RRamdan Denny Prakoso, penandatanganan dilakukan Gubernur BI Destry Damayanti dan Gubernur BCTL Hélder Lopes, dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta akhir pekan ini (25/9/2026).

BI dan BCTL berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang sistem pembayaran dan setelmen, serta inovasi keuangan digital, termasuk melalui pertukaran informasi dan penguatan hubungan antarkedua bank sentral.

Kesepakatan ini menjadi landasan pengembangan konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Timor-Leste, termasuk penjajakan penggunaan QRIS Antarnegara di Timor Leste sebagai salah satu implementasi kerja sama.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung transaksi dan aktivitas ekonomi kedua negara, serta mewujudkan pembayaran lintas batas yang lebih mudah, efisien, aman, dan inklusif.

Baca juga: BI Terus Perluas Penggunaan QRIS Antarnegara, Kali Ini dengan Hong Kong

QRIS Antarnegara sudah berjalan dengan 6 negara (Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok).

Sejak pertama kali diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna negara mitra di Indonesia sudah mencapai 21 juta transaksi senilai Rp5,90 triliun. Sementara transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.

Dengan demikian, nilai transaksi yang masuk ke Indonesia lebih tinggi sebesar Rp4,17 triliun, dibandingkan nilai transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.

Perkembangan tersebut menunjukkan makin luasnya pemanfaatan QRIS untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk pariwisata dan perdagangan, sekaligus mendukung penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara.

Berita Terkait

Ekonomi

Sungguh Berat Tantangan Indonesia Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia bermimpi menjadi negara maju dan berpendapatan tinggi. Salah...

Ekonomi Global Belum Kuat, Ekonomi Domestik Masih Perlu Didorong

Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, 22-23 September 2026,...

Berita Terkini