Biar Tahan Guncangan, Astra Property Bangun Bisnis di Atas 3 Pilar Terintegrasi
Astra Property, lini usaha Astra Group di bisnis properti yang secara resmi terbentuk pada 2016, mengawali bisnis dengan mengembangkan proyek perkantoran dan apartemen premium Anandamaya di pusat bisnis Jakarta, Jalan Jenxderal Sudirman.
Kemudian berlanjut mengembangkan perumahan tapak seperti Asya, Ammaia, Altea BLVD, dan Nava Park 2, selain perkantoran dan apartemen premium Arumaya. Semuanya di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).
Triwulan IV 2025, ekspansi Astra Property berlanjut ke sektor logistik dan pergudangan, dengan mengakuisisi Cikarang Logistics Park 1-2 dan perusahaan pengembang pergudangan & logistik PT Mega Manunggal Property Tbk (MPP).
Jadi, hari ini bisnis Astra Property ditopang tiga pilar: komersial, residensial, serta infrastruktur logistik dan pergudangan, menempatkannya sebagai pengembang bisnis properti terpadu (integrated property developer).
“Kami ingin membangun bisnis yang lebih tahan terhadap siklus atau kondisi ekonomi apapun, selain merespon kebutuhan pasar yang terus berkembang dengan potensi yang makin luas. Untuk itu kita tidak bisa bergantung hanya pada satu dua sektor properti,” kata Wibowo Muljono, Presiden Direktur Astra Property, dalam media gathering “Delivering Growth, Legacy Continuous” di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dengan diserfikasi portofolio yang lebih luas, saat satu sektor melemah, sektor yang lain bisa menutupi. “Ketiga lini bisnis perusahaan, dirancang saling memperkuat dan menciptakan nilai sinergis bagi pelanggan dan pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keunggulan Astra Property terletak pada kekuatan sinergi dalam ekosistem Astra Group, serta disiplin tata kelola dalam menghadirkan proyek berkualitas tinggi yang saling melengkapi di berbagai segmen.
Wibowo berbicara disertai jajaran lengkap manajemen Astra Property. Yaitu, Johnnie (Director), Frans Surjadi (Director), Max William Sunarcia (President Director Industrial Portofolio), Lia Prilianty Singgih (Director Industrial Portofolio), Susan Samantha (Director Industrial Portofolio), Fransisca Iskandar (President Director Commercial Portofolio), Michael Atmoko (Director Commercial Portofolio), Selvi Xu (President Director Residential Portofolio), Tony Soetanto (Director Residential Portofolio), dan Melisa Lubis (Board of Management Industrial Portofolio).

Baca juga: Perluas Portofolio, Astra Property Akuisisi Perusahaan Properti Industri dan Logistik
Saat ini pasar residensial dan komersial diakui Wibowo belum cukup kondusif. Sementara pasar logistik dan pergudangan menguat sejak beberapa tahun terakhir, seperti dicatat berbagai konsultan properti.
Namun, ia menyatakan, kinerja proyek residensial Astra Property yang menyasar segmen upper dan premium, secara umum stabil. Asya misalnya, sudah terjual 90 persen dari lahan yang dikembangkan, Altea 80 persen, dan Arumaya 60 persen.
Penjualan residensial Astra Property masih bisa cukup baik, karena semuanya sudah jadi dan siap diserah-terimakan. Jadi, penjualannya bisa memanfaatkan insentif PPN DTP yang dilansir pemerintah.
“Di segmen residensial, Astra Property telah mengembangkan tiga landed house dan dua apartemen, dengan lebih dari 1.400 unit yang telah diserahterimakan,” ungkapnya.
Altéa BLVD akan melakukan serah terima perdana untuk klaster Rivara, pengembangan NavaPark 2 di kawasan BSD City terus berlanjut. Sementara di lini komersial, Arumaya Financial Center di kawasan Arumaya, Jakarta Selatan, akan beroperasi pada triwulan dua 2026.
Sementara kawasan Asya terus melengkapi fasilitas. Tahun lalu, Singapore Intercultural School (SIS) dibuka di Asya, tahun ini akan menyusul DBL Academy, serta Tangkas Sport Center di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Kendati demikian, Wibowo mengakui, tahun ini di tengah dinamika ekonomi domestik yang dipengaruhi gejolak ekonomi global, sektor logistik dan pergudangan akan memimpin bisnis Astra Property.
“Strategi diversifikasi ke sektor logistik dan pergudangan, kini mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan kualitas portofolio perusahaan,” katanya.
Baca juga: Sukses Pasarkan Rivara, Altea BLVD Akan Rilis Klaster Baru Setiap Tahun
Di sektor logsitik dan pergudangan, selain mengakuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2 dan MMP, yang didukung 13 aset pergudangan modern di lokasi strategis di Jabodetabek dan Jawa Timur, tahun depan Astra Property akan menuntaskan pengembangan Cibinong Logistics Hub di Bogor dan kawasan Blok H di Cibitung, Bekasi.
“Memasuki 2026, proyek Astra Property tetap solid di ketiga segmen, mencerminkan pendekatan perusahaan dalam menjaga keseimbangan portofolio, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang,” pungkas Wibowo.