Taco Terapkan Sistem Produksi Ramah Lingkungan Lewat Zero Waste Manufacturing
Memaknai momentum Earth Day 2026, Taco menegaskan komitmennya mendorong standar baru industri, melalui penerapan sistem produksi yang lebih bertanggung jawab.
Pendekatan ini mengintegrasikan seluruh rantai proses produksi. Mulai dari pemanfaatan material, pengelolaan limbah, hingga penggunaan energi dan air dalam kerangka zero waste manufacturing.
Melalui pendekatan ini, Taco menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah yang relevan bagi pelanggan.
Taco Group adalah perusahaan Indonesia yang menawarkan solusi produk interior dan eksterior. Antara lain furniture accessories, vinyl-SPC flooring, adhesives, aluminium composite panels, dan PVC ceiling panels, selain HPL.
Menurut Wisnu Purnayusepta, Factory Head Taco, momentum Earth Day menjadi pengingat, keberlanjutan harus dimulai dari proses yang paling mendasar. Karena itu, Taco mengintegrasikan zero waste manufacturing ke dalam seluruh sistem operasionalnya. Mulai dari pemanfaatan material hingga pengelolaan limbah, energi, dan air.
“Dengan demikian, kami memastikan setiap proses berjalan lebih optimal, meminimalkan limbah, dan menghadirkan dampak positif bagi perkembangan industri,” katanya melalui keterangan, Senin (27/4/2026).
Pendekatan tersebut merefleksikan bagaimana keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai inisiatif tambahan, melainkan sudah menjadi fondasi dalam proses bisnis Taco.
Proses produksi Taco juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Baca juga: Koleksi Baru Taco Untuk “Explore New Horizon”
Standar baru
Taco melihat efisiensi operasional dan tanggung jawab lingkungan, sebagai satu kesatuan dalam ekosistem keberlanjutan. Melalui penerapan zero waste manufacturing, Taco mendorong praktik industri yang lebih efisien, terukur, dan bertanggung jawab.
Upaya itu juga tercermin dari strategi dekarbonisasi yang dijalankan langsung di level operasional, di mana Taco berhasil menghindari ribuan ton CO2eq emisi per tahun, dan mengoptimalkan penggunaan energi non-fosil hingga 99,8 persen melalui biomassa dan waste-to-energy.
Di fasilitas produksi Cikande, Taco mengembangkan sistem operasional sirkular yang memungkinkan setiap material dikelola secara optimal sepanjang siklus produksi. Seluruh limbah produksi dikelola dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan 100 persen limbah diproses dan dimanfaatkan kembali.
Pemanfaatan kembali tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tapi juga memberikan dampak sosial, seperti pemugaran ruang serbaguna SOS Children’s Villages, serta kegiatan edukasi dan workshop bagi siswa SMK dan perguruan tinggi.
Taco juga memastikan pengelolaan air berjalan secara bertanggung jawab, melalui sistem pengolahan terintegrasi. Melalui sistem ini, 100 persen air limbah diolah dan digunakan kembali untuk mendukung operasional serta area hijau di lingkungan pabrik.
Baca juga: Fio dan MASSHIRO&Co Kolaborasi Rilis Koleksi Karpet Eksklusif Montreal KURO
Keberlanjutan juga tercermin dalam nilai yang diterima konsumen. Produk Taco dihasilkan melalui sistem operasional berkelanjutan yang didukung sertifikasi nasional dan internasional, seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), SNI, ISO, dan Singapore Green Label.
“Kami percaya kualitas produk hari ini tidak cukup diukur dari fungsi dan estetika, tapi juga dari bagaimana produk tersebut diproses. Melalui sistem operasional yang terintegrasi, kami menghadirkan material interior yang selaras dengan nilai keberlanjutan sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang,” tutup Wisnu.