Kamis, Mei 14, 2026
HomeBerita PropertiEvomab Tawarkan Solusi Smart Lock dan CCTV Berbasis Internet of Things

Evomab Tawarkan Solusi Smart Lock dan CCTV Berbasis Internet of Things

Smart Home+City Indonesia memproyeksikan, tahun ini sebanyak 15,2 juta rumah tangga di Indonesia akan menerapkan teknologi smart home.

Proyeksi ini didukung laporan We Are Social yang menyebutkan, tahun 2024 jumlah rumah tangga yang mengadopsi teknologi smart home di Indonesia telah mencapai 9,58 juta, dan meningkat menjadi 11 juta pada 2025.

Tahun ini dan ke depan, jumlah rumah tangga yang mengadopsi teknologi smart home itu akan terus tumbuh. Didorong meningkatnya adopsi perangkat Internet of Things (IoT), penetrasi internet yang makin luas, serta perubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kontrol rumah secara real-time melalui smartphone.

Keamanan menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Tingginya mobilitas penghuni dan pemilik rumah, meningkatnya kebutuhan pemantauan rumah dari jarak jauh, hingga kekhawatiran terhadap akses rumah yang kurang aman, menjadi persoalan yang banyak dihadapi pemilik rumah modern dan apartemen.

Merespon hal itu, Evomab, penyedia teknologi smart home terintegrasi yang merupakan bagian dari PT Aditya Sarana Graha (ASG), menghadirkan solusi keamanan dan otomasi rumah modern melalui beragam produk smart lock dan CCTV berbasis IoT.

ASG yang berdiri tahun 1983 adalah perusahaan solusi hunian terintegrasi melalui portofolio merek seperti Wasser, WasserPump, Polytherm, Kirin, Arlita, Evomab, Garbin, dan Luma, berkolaborasi dengan Roca dan Paloma Gas Appliance.

“Rumah pintar di Indonesia bukan lagi sekadar tren gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang mengutamakan keamanan dan efisiensi. Masyarakat makin beralih ke gaya hidup keyless, meninggalkan sistem kunci mekanik konvensional dan beralih ke sistem digital,” kata Ryan Limanto, Product Manager Home Locks and Security Solutions Division Evomab, melalui keterangan dikutip Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Wasser: Sistem Air dan Sanitasi yang Layak, Kunci Kualitas Hunian Modern dan Berkelanjutan

Dok. ASG

Meski demikian, menurut Ryan, transisi menuju rumah pintar masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan sistem digital, ketakutan akan system error, harga perangkat yang dinilai mahal, hingga kebiasaan lama masyarakat yang masih bergantung pada kunci fisik.

Menjawab kekhawatiran itu, Evomab menawarkan pendekatan berbeda sebagai brand smart home yang dirancang khusus untuk kebutuhan konsumen Indonesia, melalui tiga diferensiasi utama: inovasi yang lebih ramah kantong, kemudahan implementasi ekosistem smart home yang terintegrasi, dan layanan purna jual yang kuat.

Evomab dilengkapi fitur-fitur yang dirancang sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan masyarakat. Yakni, sistem multi-akses seperti sidik jari, PIN, kartu akses, dan kontrol melalui aplikasi smartphone.

Ada pula fitur pemantauan jarak jauh melalui smartphone, deteksi gerakan otomatis, serta notifikasi real-time saat pintu belum terkunci atau terdapat aktivitas yang mencurigakan.

“Selain itu, kami juga mengembangkan CCTV pintar, seperti solar CCTV dan sistem nirkabel, untuk mendukung area dengan keterbatasan instalasi listrik,” terang Ryan.

Baca juga: Metland Hadirkan MIRA untuk Rumah Canggih Berbasis AI-IoT

Ia berpendapat, perkembangan industri properti menjadi katalis penting dalam percepatan adopsi smart home. Mengikuti tren, sejumlah pengembang telah mulai menghadirkan fitur smart living sebagai nilai tambah utama proyek residensial mereka, terutama untuk pasar generasi muda dan keluarga yang melek teknologi.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap keamanan hunian dan gaya hidup praktis berbasis teknologi, solusi smart lock dan CCTV pintar akan menjadi bagian penting dari ekosistem rumah modern di Indonesia.

“Ke depan, smart home bukan hanya simbol gaya hidup modern, tapi juga standar baru dalam menciptakan hunian yang aman, produktif, dan terhubung, mendukung kehidupan keluarga yang lebih berkualitas. Kami ingin menjadi bagian dari transformasi tersebut dengan menghadirkan teknologi yang lebih dekat, lebih mudah diakses, dan relevan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Ryan.

Berita Terkait

Ekonomi

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Ada Perang di Timur Tengah, WNI yang Melancong ke Luar Negeri Malah Naik Tinggi

Perang AS-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 melambungkan...

Berita Terkini