Rabu, Agustus 26, 2026
HomeBerita PropertiRealisasi Baru 38 Persen, Tapera dan Kementerian PKP Kian Gencar Sosialisasi FLPP

Realisasi Baru 38 Persen, Tapera dan Kementerian PKP Kian Gencar Sosialisasi FLPP

Data terbaru Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang diterima, Rabu (26/8/2028), mengungkapkan, per 24 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB realisasi penyaluran subsidi pemilikan rumah (KPR) dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru mencapai 133.701 unit dengan nilai pembiayaan Rp16,64 triliun.

Realisasi itu setara 38,20 persen dari target 350.000 unit FLPP tahun ini, sehingga untuk memenuhinya, BP Tapera harus mampu merealisasikan target sisanya sebanyak 216.299 unit dalam empat bulan terakhir 2026.

Dari total realisasi tersebut, penerima dari kelompok pekerja swasta mencapai 83.548 unit, atau 62,49 persen dari total penerima, menjadikan kelompok pekerja swasta menjadi penerima terbesar.

Karena itu BP Tapera pun makin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi FLPP ke kalangan pekerja swasta, melalui berbagai event termasuk bazaar dan expo.

Kali ini BP Tapera berpartisipasi dalam Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 dan HARMONI Awards 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2026). Event dibuka Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dihadiri Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri UMKM.

IRSE 2026 menjadi ruang pertemuan pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, untuk membahas transformasi sektor ritel di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, serta perubahan kebutuhan konsumen.

Baca juga: Realisasi FLPP Baru 131.000 Unit, Tapera Gencarkan Sosialisasi Termasuk Gelar Bazaar

Mengutip keterangan BP Tapera, sektor ritel menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu BP Tapera membuka booth di IRSE 2026, sebagai ruang informasi dan edukasi mengenai pembiayaan pemilikan perumahan dengan dukungan FLPP.

Realisasi FLPP yang masih rendah, membuat peluang pekerja ritel untuk bisa mendapatkan KPR FLPP masih terbuka lebar. Head of Committee IRSE 2026 Haryanto Pratantara menyatakan,sektor ritel memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. “Retail merupakan sektor yang sangat banyak karyawan, yang menyerap jutaan tenaga kerja,” ujar Haryanto.

Melalui booth BP Tapera, pengunjung IRSE 2026 dapat memperoleh informasi FLPP secara langsung, serta berinteraksi dengan tim BP Tapera mengenai program perumahan dan pembiayaan yang tersedia.

PKP-Bank Mandiri
Serupa dengan BP Tapera, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga kian gencar melakukan sosialisasi dan edukasi FLPP ke berbagai daerah, bekerja sama dengan kalangan perbankan dan institusi lainnya seperti PNM.
Tujuannya serupa, meningkatkan akselerasi realisasi pembiayaan perumahan demi mencapai target yang sudah ditetapkan. Kalau BP Tapera hanya mensosialisasikan FLPP, Kementerian PKP juga disertai edukasi KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP).

Baca juga: Ini Tantangan Penyaluran FLPP dan Upaya Mencapai Targetnya Tahun Ini

Sampai Juli 2026, realisasi KUR Perumahan baru mencapai Rp22,1 triliun dari target Rp50 triliun. Target ini dinaikkan dari target semula Rp36 triliun, karena Menteri PKP optimistis KPP yang menyasar pengembang, kontraktor, dan toko bahan bangunan skala UMKM, serta MBR pemilik rumah) banyak diminati.

Pekan lalu misalnya, Kementerian PKP bekerja sama dengan Bank Mandiri, melakukan sosialisasi FLPP dan KPP di Bekasi, pasar terbesar rumah subsidi di Jawa Barat. Sosialisasi juga disertai BP Tapera.

Sosialisasi dimaksudkan sebagai upaya memperkuat pemahaman mengenai mekanisme, persyaratan, serta skema pembiayaan KPP dan FLPP. Dengan pemahaman yang semakin baik, diharapkan proses penyaluran pembiayaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain di Bekasi, sosialisasi direncanakan dilaksanakan juga di sejumlah kota seperti Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya selama Agustus-September 2026.

Baca juga: BP Tapera Minta Kepala Daerah Dorong BPD Salurkan KPR FLPP, Per 30 Juni Realisasi 91.531 Unit

Rangkaian sosialisasi tersebut diharapkan menjangkau lebih banyak pelaku usaha, pengembang, serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan informasi mengenai skema pembiayaan rumah subsidi.

“Kementerian PKP terus mendorong kolaborasi lintas sektor, agar berbagai program pembiayaan perumahan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Dengan sinergi berbagai pemangku kepentingan, akses terhadap hunian layak diharapkan makin luas sehingga mendukung percepatan pencapaian targetnya,” tulis keterangan Kementerian PKP.

Berita Terkait

Ekonomi

Wakaf Saham Istiqlal Bukan IPO, Begini Penjelasannya

Pada akhir tahun lalu Masjid Istiqlal meluncurkan gerakan “Yuk...

Kadin: RAPBN 2027 Lebih Rp4.000 Triliun, Harus Jadi Pengungkit Investasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif arah...

Bank Mandiri dan Garuda Indonesia Kolaborasi, Banyak Keuntungan Bagi Traveller

Bank Mandiri dan Garuda Indonesia kembali menghadirkan Garuda Indonesia...

Berita Terkini