Jumat, Januari 9, 2026
HomeBerita PropertiPerumahan Perlu Mendapat Alokasi Dana Subsidi BBM

Perumahan Perlu Mendapat Alokasi Dana Subsidi BBM

Kalangan pengembang minta pemerintah mengalokasikan sebagian dana pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk sektor perumahan. Dana ini digunakan untuk memperbanyak subsidi, bukan hanya rumah menengah bawah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga segmen sedikit di atasnya.

Toni Prasetantono
Toni Prasetantono


“Kalau yang rada-rada menengah juga mendapat subsidi orang yang bisa memiliki rumah semakin banyak dan kita dapat segera mengurangi backlog (defisit rumah),” ujar Budiarsa Sastrawinata, Managing Director Ciputra Group, dalam acara diskusi interaktif Prospek Bisnis Properti 2015: Peluang dan Tantangan, yang diselenggarakan majalah HousingEstate di Jakarta, Selasa (9/12). Diskusi ini merupakan rangkaian acara anugerah HousingEstate Favourite Residential & KPR Awards 2014 yang diselenggarakan secara rutin oleh majalah HousingEstate setiap akhir tahun.

Hari Raharta Sudrajat, Sekjen Realestat Indonesia (REI), mendukung usulan tersebut karena perumahan merupakan sektor strategis dan merupakan kebutuhan pokok. “Di konstitusi disebutkan papan  merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Jadi, alokasi pengurangan subsidi BBM untuk perumahan wajar saja,” katanya.

Alokasi dana ke sektor perumahan itu seharusnya tidak sulit dilakukan mengingat harga minyak dunia saat ini jatuh cukup tajam menjadi 65 dolar AS per barel.  Jatuhnya harga minyak ini menurut Tony Prasetiantono, Kepala Pusat Studi Ekonomi & Kebijakan Publik (PSEKP) UGM, membuat harga BBM di Indonesia saat ini sudah sesuai dengan harga keekonomian. Pasalnya, dalam penyusunan APBN asumsi harga minyak sebesar 105 dolar AS per barel. “Hitung-hitungan saya dana subsidi BBM sebesar Rp291 triliun di APBN itu utuh, tidak terpakai. Itu enzim yang luar biasa besar untuk dipakai untuk membangun infrastruktur dan lain-lainnya,” kata Tony di tempat yang sama.

Berita Terkait

Ekonomi

Rupiah Terpuruk Kendati Modal Asing Masih Rajin Masuk

Naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD)...

November 2025 Kredit Bermasalah Pinjol Meningkat Pesat

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK),...

Dahului BPS, Purbaya Akui Ekonomi Triwulan IV-2025 Tak Akan Tumbuh Sesuai Janji 5,7 Persen

Badan Pusat Statirstik (BPS) belum mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi...

Berita Terkini