Senin, Oktober 5, 2026
HomeNewsEkonomiDahului BPS, Purbaya Sebut Ekonomi Triwulan IV-2025 Tak Akan Tumbuh Sesuai Janji...

Dahului BPS, Purbaya Sebut Ekonomi Triwulan IV-2025 Tak Akan Tumbuh Sesuai Janji 5,7 Persen

Badan Pusat Statirstik (BPS) belum mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 dan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.

Tapi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah buru-buru angkat tangan menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 kemungkinan hanya 5,45 persen. Meleset dari sesumbar dia sebelumnya yang menyatakan ekonomi triwulan IV 2025 akan tumbuh hingga 5,7 persen.

Kendati demikian, Purbaya menyatakan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 itu, tetap lebih tinggi dibandingkan tiga triwulan sebelumnya. Pada triwulan I-2025 ekonomi Indonesia tumbuh 4,87 persen, kemudian naik menjadi 5,12 persen pada triwulan dua, sebelum menurun lagi menjadi 5,04 persen pada triwulan tiga.

“Mungkin triwulan empat (pertumbuhan ekonominya) di atas lima (persen), atau kira kira 5,45 persen kalau tidak ada perubahan. Di bawah janji (saya) ya, tapi lumayanlah masih lebih tinggi dibanding tiga triwulan sebelumnya,” kata Menteri Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Bank Dunia Benar, Purbaya Sok Gaya, Defisit APBN Sudah Dekati 3 Persen, Keseimbangan Primer Minus

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi triwulan empat 5,45 persen, Purbaya menyatakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan mencapai di atas 5 persen atau sekitar 5,12 persen, meleset dari target 5,2 persen dalam APBN 2025.

Sebelumnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta pertengahan November 2025, Purbaya menyatakan optimismenya pertumbuhan ekonomi triwulan empat 2025 akan melonjak menjadi 5,7 persen, karena adanya aneka kebijakan stimulus pemerintah pada akhir tahun untuk menggenjot daya beli.

“Saya kira di triwulan empat (ekonomi) bisa tumbuh di atas 5,5 persen, mungkin antara 5,6-5,7 persen,” ujar Purbaya waktu itu.

Kendati meleset dari target, Menkeu menyatakan, stabilitas ekonomi tetap terjaga pada 2025. Salah satu indikatornya inflasi yang masih di bawah 3 persen, kendati rupiah melemah ke level Rp16.475 per USD dibanding target di APBN yang dipatok Rp16.000.

Berita Terkait

Ekonomi

Airlangga: Ekonomi Kita Tetap Tangguh. Inflasi Terjaga, Manufaktur Ekspansi, Surplus Neraca Dagang Berlanjut

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis, Kamis (1/10/2026), menunjukkan, perekonomian...

Supaya Ekonomi 2027 Tumbuh Tinggi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program Penguatan Daya Beli

Perekonomian Indonesia terus diperkuat melalui berbagai kebijakan yang diarahkan...

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Berita Terkini