Dispenser Botol Bawah Tak Perlu Angkat, Tinggal Geser
Dengan dispenser ini Anda tak perlu mengangkat untuk mengganti tabung air yang kosong
Seorang anak usia empat tahun menelepon ayahnya di kantor: “Ayah cepet pulang, air habis, kita kehausan nih,” katanya. Mungkin di antara kita banyak yang mengalami kejadian serupa itu, karena keluarga di perkotaan umumnya mengonsumsi air kemasan yang dipasang dalam tabung air di mesin dispenser. Masalahnya, wadah air berkapasitas 19 liter itu lumayan berat diangkat ke atas dispenser, untuk menggantikan tabung yang sudah kosong. Ibu rumah tangga suka minta tolong tukang antar air untuk mengangkatkannya, atau memindahkan dulu setengah airnya ke wadah lain baru mengangkatnya ke atas dispenser.
Walhasil, soal dispenser yang sederhana jadi merepotkan, sehingga kadang harus menunggu suami pulang hanya untuk mengangkat wadah air kemasan itu ke atas dispenser. Merespon persoalan itu, beberapa pabrikan elektronik pun menawarkan mesin dispenser dengan wadah air diletakkan di bagian bawah sehingga tidak perlu mengangkat untuk menggantinya, tapi cukup digeser
Kalau pada dispenser konvensional air mengalir ke nozzle (kran)-nya dengan gaya gravitasi, dispenser model baru ini menggunakan pompa untuk membantu mengucurkan air dari nozzle. Memasukkan wadah airnya pun mudah, cukup digeser ke dalam kabinet dispenser, kemudian menyelaraskan posisi mulut botol antara pipa dan ujung pompa, air pun siap dipompa. Jadi, penggantian tabung air bukan lagi aktifitas berat, sehingga bisa dilakukan perempuan, anak-anak, dan orang tua.
Kelemahan
Hanya saja, karena menggunakan pompa untuk mengangkat air ke atas, bila listrik padam air tidak bisa keluar seperti pada dispenser konvensional. “Ada wadah penampung, untuk air dingin sekitar tiga literan dan air panas satu literan. Tapi, kalau listrik padam terlalu lama dan air di wadah itu habis, ya sementara tidak ada air minum dulu,” kata Paulus, General Manager Maspion Group, distributor dispenser dengan tabung air di bawah merek Doff.
Kelemahan lain, daya listriknya sedikit lebih besar dibanding dispenser biasa untuk menggerakkan pompanya. “Dispenser ini menggunakan pompa dengan tekanan cukup tinggi untuk mengangkat air. Bahkan, aliran air yang keluar lebih banyak dan lebih cepat dibanding dispenser biasa. Jadi, otomatis ada tambahan daya listrik,” kata Meilianti, Product Manager SHA MWO Marketing Division PT Sharp Electronics Indonesia, produsen dispenser merek Sharp.
Menurut David Kadisihe, Product Manager PT Berkat Andijaya Elektrindo, distributor produk asal Itali, Zerowatt, yang juga memasarkan dispenser serupa, pipa pemompa yang dicelupkan ke dalam tabung air terbuat dari bahan logam anti karat yang foodgrade. “Jadi, aman untuk jangka panjang,” katanya. Ada juga sensor di pintu kabinetnya yang akan menyalakan motor pemompa setelah pintu tertutup sempurna.
Secara tampilan produk dispenser model baru ini lebih minimalis, karena hanya berupa kotak ramping. Salah satu merek bahkan menambahkan layar LCD sehingga tampilannya lebih modern. Untuk mengambil air kita tinggal menekan tombol sesuai pilihan: dingin, panas, atau normal. Semua air keluar dari satu nozzle. Jadi, tidak ada keran terpisah untuk air panas dan dingin.
Bila air di wadah hampir habis (kapasitas sekitar dua liter), dispenser akan mengeluarkan bunyi beep yang cukup panjang dengan sinyal kelap-kelip sebagai peringatan. Di pasaran tidak banyak merek yang melansir produk seperti ini. Baru Sharp, Maspion, Gea, Midea, dan Zerowatt yang hadir belakangan di Indonesia, yang memasarkannya. Sharp menawarkan tiga tipe seharga Rp2,5 – 2,9 juta/unit, Maspion Rp2,3 juta, Zerowatt Rp2 juta, dan Gea Rp1,76 juta dengan garansi satu tahun. Daya listriknya 80 – 100 W untuk air dingin dan 200–300 W untuk air panas.
Sumber: Majalah HousingEstate