Minggu, Juli 19, 2026
HomeBerita PropertiMenteri PKP Minta Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra Dipercepat

Menteri PKP Minta Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra Dipercepat

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Bencana Nasional Tito Karnavian, meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir Sumatra di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (26/2026).

Dalam peninjauan itu, keduanya menekankan pentingnya percepatan pembangunan rumah tersebut tanpa mengabaikan kualitas bangunannya, karena masyarakat terdampak banjir dan longsor pada akhir November 2025 itu telah lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak dan aman.

Pemerintah daerah dan kontraktor diminta meningkatkan pengawasan dan memperbaiki kinerja, agar proses pembangunan rumah berjalan sesuai target.

Baca juga: Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera Mulai Dibangun Pekan Ini, Tahap Awal 2.603 Unit dari Aguan dan Ara

Pembangunan hunian tetap bagi korban banjir di Tapanuli Utara, dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Kami ingin pembangunan hunian tetapini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak,” kata Menteri Maruarar sebagaimana dikutip keterangan Kementerian PKP.

Sebagai bentuk percepatan, pemerintah menetapkan target penyelesaian pembangunan huntap di Tapanuli Utara dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 68 rumah ditargetkan selesai pada 5 Mei 2026 dan langsung dilakukan serah terima kunci kepada penerima manfaat. Tahap kedua 35 rumah ditargetkan rampung pada 30 Juni 2026.

Baca juga: Ara dan Aguan Ground Breaking Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir di Sumut

Mendagri Tito Karnavian meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara lebih serius dalam mengawal pembangunan huntap bagi korban banjir di daerahnya. Untuk itu ia menekankan pentingnya koordinasi pemerintah daerah dengan kontraktor agar tidak terjadi hambatan dan keterlambatan pekerjaan di lapangan.

Berita Terkait

Ekonomi

Kadin Rilis Business Pulse Q2, Sebut Peluang Ekspor Besar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Institute merilis hasil...

Jumhur Paparkan “Triple Planetary Crisis” yang Harus Ditangani Bersama

Pemerintah terus mendorong transformasi pengelolaan lingkungan dari sekadar penanganan...

S&P Nilai Rating Kredit RI Tetap Investment Grade dengan Prospek Stabil, Apa Pentingnya?

Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings (S&P) mengafirmasi Sovereign Credit...

Utang Luar Negeri Pemerintah Terus Naik, Swasta Masih Takut Tambah Utang

Bank Indonesia (BI) melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan...

Berita Terkini