Rabu, Januari 28, 2026
HomeBerita PropertiPasar Konstruksi Indonesia Nomor 4 di Asia

Pasar Konstruksi Indonesia Nomor 4 di Asia

Pembangunan sektor properti dan infrastruktur secara masif menggelembungkan pasar konstruksi di Indonesia. Menurut Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa, di Asia pasar konstruksi Indonesia menempati urutan keempat. “Tahun 2014 nilainya mencapai 267 miliar dollar Amerika, ini posisi keempat di Asia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/6).

Ilustrasi
Ilustrasi

Kapitalisasi pasar konstruksi ini akan semakin membesar bila wacana kepemilikan properti oleh orang asing menjadi kenyataan. Andi tidak menyebut seberapa besar kenaikan pangsa pasar konstruksi bila kran kepemilikan asing itu dibuka.

Ada yang menyebut sektor properti memiliki kaitan dengan 138 jenis industry. Salah satu sektor yang terkait langsung adalah konstruksi. Karena itu sektor konstruksi sangat penting karena sumbangannya terhadap perekonomian nasional cukup besar. Tahun ini dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen, sektor konstruksi dijadikan sebagai faktor pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Andi menyebut tanpa adanya aturan kepemilikan properti oleh asing pasar konstruksi di Indonesia tahun 2015 diproyeksikan tumbuh di atas 14 persen. Kendati demikian Gapensi tetap meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap para pelaku industry konstruksi nasional karena  kontraktor asing mengincar pasar konstruksi Indonesia. “Ini supaya sektor properti dan konstruksi bisa saling mendukung sehingga manfaat yang kita dapatkan juga semakin besar untuk perekonomian nasional,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank BRI Terus Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas

Bank BRI terus memperluas perannya untuk memperkuat fondasi ekonomi...

Desember 2025 Kredit Properti Tumbuh Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi

Bank Indonesia (BI) melaporkan akhir pekan lalu, pertumbuhan kredit...

Pemerintah Tetap Optimis Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Bahkan Bisa Lebih Tinggi

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan,...

Berita Terkini