Citibank Indonesia Pindahkan Markasnya ke Simatupang
Perusahaan-perusahaan multinasional yang berkantor di kawasan segitiga emas Jakarta satu per satu bergeser ke koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Salah satu yang akan memindahkan kantor pusatnya adalah Citibank (Citi Indonesia). Citi Indonesia akan menempati 10 lantai gedung perkantoran South Quarter (SQ) yang dibangun Intiland Development Tbk.

“Di gedung ini kami akan mewujudkan konsep Citi Works, sebuah cara kerja yang sangat efisien dan produktif. Konsep ini sudah diterapkan di beberapa kantor Citi, seperti di Singapura, Shanghai, dan Tokyo. Di Indonesia Citi memiliki banyak kantor, misalnya di CBD dan Pondok Indah. Nanti 70 persen staf akan pindah ke South Quarter,” ujar Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia saat penandatanganan lease agreement di Gedung SQ Jakarta, Rabu (21/10).
SQ merupakan bagian dari proyek mixed use development yang dikembangkan di area seluas 7,2 ha. Saat ini sudah terbangun dua tower perkantoran dan akan segera menyusul satu tower apartemen. Menara perkantorannya seluas 120 ribu m2 dan Citi Indonesia menjadi major tenant dengan menempati 50 persen area yang disewakan.
Direktur Intiland, Utama Gondokusumo, menyebutkan, satu tower perkantoran SQ mampu menampung 10 ribu orang pekerja. Karena itu pihaknya menyiapkan area komersial berbentuk kubah (dome) seluas 11 ribu m2 untuk supermarket, food & beverage, salon, dan sebagainya. “Area komersial di perkantoran saat ini menjadi kebutuhan dan dicari oleh perusahaan. Mereka itu concern dengan kenyamanan pekerja,” katanya.
Citi Indonesia menyewa di SQ selama 10 tahun dengan komitmen perpanjangan 5 tahun. Kedua belah pihak menolak menyebutkan soal besaran sewanya. Utama hanya menyebutkan harga sewa SQ Rp290 ribu/m2/bulan dengan tambahan service charge Rp55 ribu/m2/bulan.
“Untuk Citi Indonesia karena major tenant dan menyewa jangka panjang dapat harga khusus. Kami surprise karena harapannya dapat penyewa perusahaan oil & gas, nyatanya malah perbankan. Total investasi tiga tower ini sekitar Rp2,8 -3 triliun dengan potensi sewa Rp100 miliar-Rp150 miliar/tower/tahun,” imbuhnya.