Jumat, April 3, 2026
HomeBerita PropertiPencahayaan Kekinian yang Makin Pintar dan Terkoneksi

Pencahayaan Kekinian yang Makin Pintar dan Terkoneksi

Philips Lighting, produsen lampu asal Belanda, meresmikan pembukaan Lighting Application Center (LAC) di kantor pusat Philips Indonesia di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (23/11). Pembukaan LAC ditandai pemotongan pita oleh Country Leader of Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar, Chief Executive Officer & Chairman of the Board of Management Philips Lighting Eric Rondolat, President of Philips Lighting Growth Market & Executive Vice President Murali Sivaraman, dan Senior Vice President & Market Leader ASEAN Pacific Philips Lighting Patricia Yim.

LAC kedua yang dibuka di Asia Tenggara setelah Singapura dan kelima di dunia ini berfungsi sebagai ruang demonstrasi untuk aplikasi inovatif Philips Lighting, yang dilengkapi lampu-lampu berteknologi LED yang diprogram dengan fitur interaktif dan terkoneksi. Semua sistem pencahayaan bisa dioperasikan dan terkoneksi dengan ponsel pintar.

“Di dunia IoT (internet of things) seperti sekarang, kami mengubah sumber cahaya menjadi titik data dengan menghubungkan lebih banyak perangkat, tempat dan manusia, melalui cahaya,” kata Eric dalam jumpa media.

Contoh inovasi Philips untuk pencahayaan di area ritel dengan teknologi Visible Light Communications. (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate)
Contoh inovasi Philips untuk pencahayaan di area ritel dengan teknologi Visible Light Communications. (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate)

Di ruangan seluas 422,5 meter persegi, Philips menargetkan konsumen, konsultan profesional, mahasiswa dan media dapat melihat langsung inovasi pencahayaan melalui beberapa contoh ruang demonstrasi. Mulai dari pencahayaan untuk rumah tinggal, jalan perkotaan, fasad gedung, gedung tua, toko pakaian, ruang kerja di perkantoran, supermarket hingga stadion olah raga.

“Di LAC kami akan menunjukkan bagaimana integrasi teknologi LED, kontrol pencahayaan dan perangkat lunak memungkinkan fungsi dan layanan baru bagi pengguna,” jelas Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia. Untuk area ritel supermarket misalnya, ditunjukkan teknologi masa depan Visible Light Communications (VLC) yang dapat menghubungkan tangkapan cahaya lampu dengan kamera pada ponsel untuk menginformasikan posisi pengguna di dalam ruangan atau indoor positioning system.

Sistem tersebut memudahkan pelanggan menemukan produk yang ingin dibeli melalui data cahaya dan juga membantu pebisnis ritel mengukur dampak pemasaran berdasarkan analisis data lokasi. Uji coba sistem ini sudah dilakukan di salah satu gerai Carrefour di Perancis.

Aplikasi rangkaian Phlips Hue untuk rumah tinggal yang bisa diatur warna cahaya dan tingkat terangnya secara nirkabel. (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate)
Aplikasi rangkaian Phlips Hue untuk rumah tinggal yang bisa diatur warna cahaya dan tingkat terangnya secara nirkabel. (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate)

 Sementara untuk rumah tinggal ditawarkan rangkaian Philips Hue yang bisa dirancang dalam beberapa skenario suasana dan bahkan dapat disinkronisasi dengan musik yang diputar dalam aplikasi ponsel.

Tidak hanya tingkat terangnya yang bisa diatur, tetapi warna cahaya juga bisa diganti-ganti hingga 16 juta warna. Tahun depan Philips baru akan meluncurkan sistem pencahayaan nirkabel pribadi untuk rumah tinggal ini mulai dari ceiling light, down light dan lampu dekorasi lainnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini