Kamis, Maret 12, 2026
HomeNewsEkonomiDolar AS Kian Ditinggalkan, Modal Asing Makin Deras Masuk, Borong SBN

Dolar AS Kian Ditinggalkan, Modal Asing Makin Deras Masuk, Borong SBN

Pergeseran aliran modal dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman (safe haven asset) yang terus berlanjut, mulai diikuti dengan peningkatan aliran modal ke emerging markets (EM) termasuk Indonesia.

Tren itu membuat indeks dolar AS (DXY) terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (DXY) terus melemah, juga terhadap terhadap mata uang negara berkembang di Asia (ADXY) tak terkecuali Indonesia.

Didukung terus menurunnya premi resiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun, semua itu membuat aliran masuk modal asing portofolio ke Indonesia makin deras.

Premi CDS Indonesia 5 tahun per 22 Mei 2025 tercatat sebesar 82,20, terus menurun dibanding 15 Mei 2025 yang tercatat sebesar 83,34 bps, 9 Mei 2025 sebesar 88,93 bps, dan 2 Mei sebesar 94,63.

Sepanjang dua pekan sebelumnya. Yaitu, 5-8 Mei 2025 aliran masuk modal asing (beli neto) tercatat hanya Rp0,12 triliun, dan pekan berikutnya selama 2 hari (14-15 Mei 2025) beli neto Rp4,14 triliun.

Baca juga: Premi Risiko Investasi Indonesia Terus Menurun, Modal Asing Makin Ramai Masuk

Namun, mengutip laporan Bank Indonesia, Jum’at (23/5/202%0, selama pekan ini (19-22 Mei 2025), nonresiden atau asing tercatat beli neto Rp14,73 triliun.

Terdiri dari beli neto Rp1,54 triliun di pasar saham dan Rp14,13 triliun di pasar SBN, dikurangi jual neto (aliran keluar modal asing) Rp0,95 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Aliran masuk dan keluar modal asing portofolio penting dicermati, karena mempengaruhi nilai tukar rupiah. Aliran modal asing yang menderas masuk lazimnya memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah, yang selanjutnya mempengaruhi kestabilan perekonomian.

Karena makin deras masuk, secara tahun kalender, defisit aliran modal asing pun makin mengecil. Sepanjang Januari – 22 Mei 2025, nonresiden tercatat jual neto Rp47,52 triliun di pasar saham dan Rp14,52 triliun di SRBI, serta beli neto Rp40,06 triliun di pasar SBN.

Dengan kata lain aliran masuk modal asing portofolio masih mencatat minus Rp21,98 triliun. Namun, minusnya sudah jauh berkurang dibanding pekan lalu yang mencapai Rp43,97 triliun.

Berita Terkait

Ekonomi

Sustainability Bond Tahap II Bank BJB Diminati, Target Rp2 Triliun Oversubscribe 4,66 Kali

Komitmen bank bjb dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan kembali mendapat...

Yuk, Jadikan Dana THR Buat Passive Income

Setelah menerima dana Tunjangan Hari Raya (THR), ada baiknya...

Perbankan Ketar-Ketir Memandang Kondisi Ekonomi

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian...

Jelang Lebaran, Penjualan Eceran Meningkat Secara Bulanan dan Tahunan

Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dirilis, Selasa (10/3/2026),...

Berita Terkini