Selasa, Maret 17, 2026
HomeNewsEkonomiAHY: Perlu Keseimbangan Antara Prosperity dan Sustainability

AHY: Perlu Keseimbangan Antara Prosperity dan Sustainability

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat (prosperity) dan keberlanjutan lingkungan (sustainability) dalam pembangunan Indonesia.

Pesan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara di Kumparan Green Initiative Conference 2025 pekan lalu. AHY menambahkan, dunia tengah menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan sumber daya mulai kelangkaan pangan, energi, dan air bersih yang dapat memicu kompetisi yang semakin ketat dan bahkan berpotensi menimbulkan konflik.

“Oleh karena itu kita harus mampu mengubah tantangan menjadi peluang melalui inovasi dan kebijakan yang tepat. Bagaimana kita membangun infrastruktur yang berkelanjutan, yang dari hulu ke hilir, karena tidak ada satu permasalahan yang terlepas berkaitan satu sama lain,” ujarnya dikutip dari siaran pers Kemenko IPK Senin (24/11).

AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan mendukung transisi energi bersih. Ia mencontohkan elektrifikasi transportasi publik sebagai langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon.

Karena itu bila bis listrik hingga kereta listrik telah menjadi mainstream dalam sistem transportasi di Indonesia maka kita akan secara signifikan bisa mengurangi emisi karbon hingga mengurangi karbon footprint di berbagai wilayah.

Baca juga: Lima Proyek Infrastruktur di Yogyakarta Hingga Medan Diresmikan

Untuk itu keberhasilan menjaga keseimbangan antara prosperity dan sustainability terletak pada kolaborasi lintas sektor dan hal ini bisa menjadi kunci. Kolaborasi antar pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga media yang semuanya harus bersinergi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Maka kita semua harus menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi lintas sektor ketika pemerintah, kalangan kampus, dunia usaha, komunitas, dan lainnya menjadi pilar utama dari demokrasi dan pembangunan. Kalau kita bersama-sama Bersatu padu maka kitab isa mewujudkan sustainability dan prosperity for all,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari

Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi...

Presiden: Pemerintah Berupaya Menjaga Defisit APBN Tidak Bertambah

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran kabinetnya agar mewaspadai dinamika...

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menurun

Pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan arus mudik dan balik Idulfitri...

Berita Terkini