Senin, Februari 9, 2026
HomeBankResmi Beroperasi, Bank Syariah Nasional (BSN) Tidak Hanya Biayai Perumahan

Resmi Beroperasi, Bank Syariah Nasional (BSN) Tidak Hanya Biayai Perumahan

Setelah resmi beroperasi mulai Senin ini, 22 Desember 2025, Bank Syariah Nasional (BSN) tidak hanya fokus membiayai sektor perumahan seperti saat masih menjadi unit usaha syariah (UUS) Bank Tabungan Negara (BTN).

Hal itu disampaikan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor saat ikut melayani nasabah di kantor cabang BSN Jakarta Harmoni, Senin (22/12/2025).

Alex menyatakan, banyak ekosistem perbankan syariah di Indonesia yang belum digarap. Di luar sektor perumahan yang menjadi fokus saat masih menjadi UUS BTN, sebutlah antara lain tabungan emas, tabungan haji dan umroh, hingga gadai emas.

Dengan penduduk Indonesia yang hampir 90 persen beragama Islam dengan jumlah 242,7 juta jiwa, terbuka peluang produk dan layanan tersebut diminati masyarakat.

Baca juga: BSN Resmi Beroperasi, Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional

Terlebih, Indeks Inklusi Keuangan Syariah ((IIKS) baru 12,88 persen, sementara Indeks Literasi Keuangan Syariah (ILKS) 39,11 persen per 2024, sehingga peluang menawarkan aneka produk perbankan syariah masih terbuka lebar.

“Tantangannya bagaimana mempermudah masyarakat mengakses produk dan layanan perbankan syariah tersebut. Karena itu BSN akan fokus mengembangkan layanan berbasis digital yang membuat produk dan layanannya mudah diakses dari manapun,” kata Alex.

Selain itu BSN akan memaksimalkan peran kantor-kantor cabangnya, yang terdiri dari 35 kantor cabang, 76 kantor cabang pembantu, dan 589 kantor layanan syariah, guna melakukan penetrasi kepada target konsumen di wilayah operasional masing-masing.

“Kami menggabungkan pendekatan digital dan daring (online), agar produk-produk BSN makin mudah diakses oleh individu maupun pelaku usaha. Strategi ini dibarengi dengan edukasi yang berkelanjutan, dan memastikan produk dan layanan syariah ini tersedia untuk semua kalangan,” jelas Alex.

Baca juga: Opini Spin-Off UUS BTN: Jangan Lupa Mandat Perumahan Rakyat

Mengacu laporan keuangan September 2025, saat masih berstatus UUS BTN, pembiayaan yang disalurkan meningkat 19,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp51,1 triliun dari Rp42,7 triliun pada September 2024.

Sementara penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 19,3 persen (yoy) dari Rp47,7 triliun pada triwulan III 2024, menjadi Rp56,9 triliun pada triwulan III 2025.

Peningkatan kinerja di dua pos itu, mengkatrol aset BSN menjadi Rp68,4 triliun per 30 September 2025, atau tumbuh 18,4 persen (yoy) dari periode yang sama 2024 sebesar Rp42,7 triliun.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini