Jumat, April 3, 2026
HomeBerita PropertiEmpat Hari Beroperasi, Stasiun Jatake Mulai Ramai Digunakan

Empat Hari Beroperasi, Stasiun Jatake Mulai Ramai Digunakan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, dalam empat hari operasional Stasiun Jatake di lintasan KRL Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Maja-Rangkasbitung, sudah melayani total 2.809 pelanggan gate in dan 2.207 pelanggan gate out.

Capaian itu disebut Eva menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap kehadiran simpul transportasi baru di antara Stasiun Cicayur dan Parung Panjang itu.

Perkembangan jumlah pengguna stasiun di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, yang diresmikan 31 Januari 2026 itu, meningkat dari hari ke hari.

Menurut Anne, pada 28 Januari tercatat 281 pelanggan gate in. Kemudian bertambah menjadi 713 pelanggan pada 29 Januari, meningkat menjadi 773 pelanggan pada 30 Januari, dan mencapai 1.042 pelanggan gate in pada 31 Januari.
“Kenaikan pesat pengguna stasiun Jatake itu, menunjukkan proses adaptasi yang cepat, dengan masyarakat mulai menjadikan stasiun baru ini sebagai bagian dari pola perjalanan harian, sebagai alternatif stasiun di dekatnya,” kata Eva melalui keterangan tertulis dikutip Selasa (3/2/2026).

Pada periode yang sama, stasiun di sekitar Jatake tetap melayani jumlah penumpang yang signifikan. Stasiun Cicayur mencatat 9.848 pengguna gate in dan 11.447 pengguna gate out, Stasiun Parung Panjang melayani 44.000 pengguna gate in dan 52.520 pengguna gate out.

Baca juga: KRL Tanahabang-Rangkasbitung Operasikan Stasiun ke-20 Jatake Akhir Januari Ini

Anne menjelaskan, kehadiran Stasiun Jatake sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Tangerang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kawasan ini termasuk wilayah dengan mobilitas komuter yang tinggi, terutama yang terhubung dengan pusat kegiatan Jabodetabek, sehingga membutuhkan jaringan transportasi publik yang mudah dijangkau dan efisien.

Stasiun Jatake menjadi penghubung antara permukiman, pusat kegiatan ekonomi, dan jaringan commuter line yang telah berkembang sebelumnya. Kehadiran stasiun ini membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan lebih terencana, dan memberikan pilihan akses yang lebih dekat dibandingkan stasiun eksisting di sekitarnya.

“Kami melihat Stasiun Jatake mulai membentuk pola pergerakan baru masyarakat. Ke depan, stasiun ini diharapkan terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas kawasan dan kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik,” ujar Anne.

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini