Hunian Danantara bagi Korban Banjir Sumatra Panas, Presiden Minta Diperbaiki
Presiden Prabowo menghargai pembangunan hunian sementara (huntara) yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Danantara di Aceh Tamiang.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Negara dalam rapat terbatas yang diikuti sejumlah menteri, gubernur, dan bupati, serta semua pimpro di lokasi pembangunan huntara Danantara itu di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).
Danantara akan membangun total 15.000 unit rumah di 3 provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025. Sebanyak 600 unit di Aceh Tamiang sudah selesai dibangun sejak dimulai 24 Desember 2025.
Menurut Presiden, pembangunan hunian yang dilaksanakan dalam waktu sangat singkat oleh Danantara itu merupakan prestasi yang patut dihargai.
Meski demikian, Presiden juga menyampaikan sejumlah masukan perbaikan, khususnya terkait kenyamanan hunian, seperti pengelolaan panas di ruangan karena hunian menggunakan atap seng, dengan solusi sederhana dan terjangkau melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal.
“Solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal, anyaman, dari ijuk, dari apa yang dilapiskan di bawah seng. Tidak perlu bahan mahal, cukup hal-hal yang sederhana termasuk dengan bahan tekstil yang ditutupkan di bawah seng. Itu nanti kreativitas orang-orang lapanganlah,” kata Presiden seperti dikutip keterangan resmi Sekretariat Presiden (Setpres).
Baca juga: Pembangunan 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Banjir Sumatra Kelar Maret
Kepala Negara juga meminta Danantara memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah, baik gubernur maupun bupati, agar pelaksanaan pembangunan huntara tidak tumpang tindih sehingga sumber daya bisa dimanfaatkan secara efektif.
“Koordinasi yang ketat. Tanya pemda, tanya gubernur, gubernur menilai di mana yang lebih penting, tanya bupati, bagaimana pula BNPB. Ini supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak tumpang tindih, tidak mubazir,” tegas Presiden Prabowo.
Pada kesempatan itu Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur kementerian dan lembaga (K/L), pemda, serta para petugas di lapangan atas kerja cepat dan kolaboratif dalam penanganan pascabencana di Sumatra.
Presiden menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petugas lapangan, prajurit, dan seluruh pihak yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi. “Petugas-petugas kita di lapangan, prajurit-prajurit kita di mana-mana saya sampaikan apresiasi. Semua K/L, tolong dinilai anak buahnya yang berbuat baik, segera dicatat untuk nanti kita beri penghormatan,” pinta Prabowo.
Baca juga: Seskab Teddy: 1.000 Unit Huntara untuk Korban Banjir Sumatra Selesai Dibangun
Presiden Prabowo menyatakan, fokus utama pemerintah adalah meringankan penderitaan rakyat. Untuk itu, pemerintah memandang dengan sangat serius pemulihan pascabencana dan telah menyiapkan anggaran yang cukup besar guna mendukung upaya penanganannya secara menyeluruh.
“Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu, kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi bencana ini,” ujar Kepala Negara.