Jumat, Januari 2, 2026
HomeBerita PropertiPembangunan 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Banjir Sumatra Kelar Maret

Pembangunan 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Banjir Sumatra Kelar Maret

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun BPI Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak bencana di 3 provinsi di Sumatra.

Mengutip keterangan Sekretariat Presiden (Setpres), Jum’at (2/1/2026), Presiden Prabowo meninjau unit rumah dengan luasan 4,5×4,5 meter yang dilengkapi fasilitas dasar berupa tempat tidur, kipas angin, lemari, jaringan internet, serta sambungan listrik itu.

Selain itu kawasan huntara juga dilengkapi ruang komunal untuk para penghuni, mencakup dapur bersama, toilet, taman bermain anak, serta musala dan klinik.

Kabupaten Aceh Tamiang dipilih menjadi penerima pertama program huntara, karena menjadi wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor besar akhir November 2025 itu.

Huntara dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang aman bagi warga terdampak bencana banjir Sumatra selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sebelum nanti menempati hunian tetap (huntap).

“Penyediaan hunian yang layak menjadi salah satu prioritas pemerintah agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” tulis keterangan Setpres.

Baca juga: Danantara Bangun 15.000 Rumah untuk Korban Banjir Sumatera

Hunian sementara (huntara) bagi korban banjir Sumatra yang selesai dibangun BPI Danantara di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. (Dok. BPMI Setpres)

Pembangunan huntara oleh Danantara di Aceh Tamiang telah dimulai sejak 24 Desember 2025. Tahap awal dibangun 600 unit di Kampung Simpang 4, Kecamatan Karang Baru.

Secara keseluruhan Danantara akan membangun 15.000 unit huntara di 3 provinsi terdampak bencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pembangunan seluruh rumah itu ditargetkan selesai dalam tiga bulan atau Maret 2026, sehingga dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.

Sebanyak 600 unit huntara itu sudah selesai dibangun dan akan diserahkan kepada pemda setempat pada 8 Januari 2026. Presiden Prabowo Subianto dalam ratas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), menyebut Danantara menyelesaikan pembangunan 600 rumah itu dalam 8 hari saja.

Pembangunan huntara tahap pertama oleh Danantara dikerjakan secara kolaboratif oleh sejumlah BUMN di bawah payung BUMN Peduli.

PT Perkebunan Nusantara III menyediakan lahan untuk pembangunan huntara, sedangkan 7 BUMN Karya melakukan pembangunan hunian dengan sistem modular.

Yaitu, PT Hutama Karya Tbk sebagai koordinator lapangan, mengkoordinasikan PT Waskita Karya Tbk, PT Brantas Abipraya, PT PP Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, dan PT Nindya Karya, dengan dukungan PLN dan PT Telkom untuk penyediaan listrik dan jaringan komunikasi.

Sementara kebutuhan pembiayaan dan kebutuhan logistik ditopang bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara): Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan Bank BSI.

Berita Terkait

Ekonomi

Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Brasil Bentuk Urban Resilience Task Force

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK)...

Debitur Terdampak Bencana Sumatra Dapat Relaksasi Kredit BNI Hingga 2028

Bank BNI menyiapkan kebijakan relaksasi kredit bagi debitur yang...

Layanan Bank BSI di Area Bencana Aceh 100 Persen Pulih

Bank BSI mengumumkan operasional layanan perbankan di seluruh wilayah...

Waspadai Aneka Penipuan Online Ini Agar Tak Nestapa di Akhir Tahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan aneka modus penipuan online...

Berita Terkini